BUMDes Karya Muda Mandiri Sawahlunto Bangkit Ditengah Pandemi Covid-19

EKONOMI-434 hit

SAWAHLUNTO - Ditengah ketidakjelasan nasib Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) diberbagai daerah karena merugi dan bangkrut, ternyata BUMDes Karya Muda Mandiri di Desa Salak, Kecamatan Talawi, masih tersisa bertahan ditengah pukulan ekonomi yang makin sulit dihantam pandemi COVID-19.

BUMDes Karya Muda Mandiri yang dipimpin Imade Safari,SH ini malahan terus mengembangkan usahanya disektor peternakan ikan dan pakan ikan serta bidang usaha baru produsen batu cetak batako, paving block, roster menggunakan bahan baku limbah abu pembakaran batubara (FABA) PLTU Ombilin yang dikerjasamakan melalui kemitraan antara PT PLN UPK Ombilin dengan pihak BUMDes tersebut.

Direktur BUMDes Karya Muda Mandiri, Imade Safari, kepada beritaminang.com di Desa Salak, (26/7/21) mengatakan, pihaknya kini tak ingin pesimis ditengah kondisi perekonomian nasional saat ini sangat sulit, apalagi dihantam pandemi COVID-19 yang tidak jelas kapan berakhirnya. Agar bisa bertahan dari pukulan itu, BUMDes yang dia pimpin harus memutar otak bagaimana usaha yang dikembangkan mampu meringankan beban ekonomi masyarakat desanya. Atas pemikiran itu, pria berjiwa enterpreneur ini optimis BUMDes yang di nakhodainya bisa bangkit.

Dikatakannya, BUMDes yang berdiri tahun 2017 ini dengan penyertaan modal sebesar Rp 485 juta dalam bentuk belanja asset seperti perlengkapan pelaminan dan tenda2 (Wedding Organizer), 1 unit mesin huller (rice Milling) atau mesin penggiling padi berjalan, 6 kolam penggemukan ikan, dan mesin pembuatan penepung pakan ikan yang bersumber dari APBDEs ditambah bantuan CSR Rp 50 juta dari PT PLN UPK Ombilin sudah lumayan untuk tetap bertahan dari ancaman kebangkrutan dan kematian.

"Kami masih bisa bertahan, bahkan masih mampu memberikan keuntungan usaha dengan membantu pengadaan buku-buku untuk anak-anak masuk sekolah dalam rangka mengurangi beban para orang tua khususnya di Desa Salak. Yang kami lakukan bagaimana memutar otak atau merubah cara berpikir masyarakat yang selama ini bergantung dari usaha sebagai pemulung batubara melibatkan anak-anak bisa beralih ke usaha lain. Sebab, bisa dimaklumi sektor pertambangan batubara saat ini sudah semakin sulit akibat deposit mineral tersebut sudah menghilang dari perut bumi." Ungkap Imade.

Lebih jauh diutarakan, usahanya yang dikelola BUMDes lumayan menghasilkan walau gejolak pasar sangat fluktuatif. Terutama disektor jasa penyewaan tenda atau wedding organizer, dan peternakan ikan jenis lele beserta pembuatan pakan ikan. Khusus pakan ikan, sudah berproduksi tetapi baru untuk kebutuhan sendiri atau kelompok dengan produksi 1,8 ton yang masih dalam tahap ujicoba. "InsyaAllah kami yakin berhasil" bebernya.

Kenapa hanya memilih usaha budidaya ikan lele? Kenapa tidak jenis ikan lainnya ? " Kami pilih membudidayakan ikan lele karena proses panennya cepat usia 2,5 - 3 bulan, kalau ikan nila masa panen 6-7 bulan, sedangkan patin 9 bulan dengan ukuran 5-6 cm. Itulah yang jadi pertimbangan memilih budidaya lele" sebut dia lagi, sambil menambahkan usaha tenda dan budidaya ikan lele merupakan penyumbang terbesar usaha yang dikembangkan BUMDes.

BUMDes Karya Muda Mandiri setiap bidang usaha dipimpin Kepala Unit Usaha seperti, untuk Bidang usaha jasa penyewaan tenda Ka. unitnya Mita, Bidang Usaha budidaya AlKadif, Bidang Usaha Cetakan Batako dan paving block Rio Imam Simanungkalit, Bidang Usaha Huller penggilingan padi keliling Danel, dan Ka.unit usaha pencetakan pelet ikan adalah Puja.

Dari informasi yang diperoleh beritaminang.com, Bumdes Karya Muda Mandiri belum diresmikan, tetapi aktifitasnya terus bejalan semenjak 3 tahun lalu dan sudah memliki saat kantor di Simpang Napar, Desa Salak. (Iyos)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru