Angka Tertular Covid-19 di Sawahlunto Terus Meningkat, Warga Diminta Taat Prokes

KESEHATAN-336 hit

SAWAHLUNTO - Sulit melandai, angka tertular Covid-19 justru meningkat di Kota Sawahlunto. Hari ini yang juga bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah, Selasa (20/7/21), tercatat 11 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Sebelumnya, Senin (19/7), 44 orang terpapar Covid-19 yang berasaldari Wuhan, Tiongkok itu.

Berdasarkan sumber data yang diperoleh beritaminang.com , sudah 26 warga meninggal sejak kasus pandemi ini bergejolak ke permukaan.

"Sampai kapankah tragedi yang membuat masyarakat dihantui rasa ketakutan berlebihan ini akan berakhir?" keluh Fanda seorang warga yang percaya Covid-19 itu ada.

Baca Juga


Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Yasril, S.K.M., M.M., yang dikonfirmasi beritaminang.com mengatakan, lonjakan demi lonjakan dimasa berlakunya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Sawahlunto harus dilawan.

Cara melawannya dengan cara menerapkan 6 M yakni memakai masker dengan benar, menjaga kebersihan tangan atau cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, menjaga jarak kontak, mengurangi mobilitas di luar rumah, menjaga pola makan sehat, dan istirahat yang cukup, serta menjauhi kerumunan, serta ditambah segeralah ikut vaksinasi Covid-19 gratis di berbagai Puskesmas terdekat.

"Ini yang perlu kita perhatikan dan pahami agar virus ini tidak menular lebih masif. Taat menerapkan 6M dan segeralah memanfaatkan vaksinasi gratis di berbagai Puskesmas dan tempat-tempat yang ditentukan. Kondisi daerah kita saat ini sudah berada di level tiga dengan positif rate-nya sudah berada diambang batas diatas 5 persen sebagaimana angka minimal yang ditetapkan WHO, sedangkan angka ketinggian sesuai toleransinya hanya 2 persen. Sawahlunto saat ini sudah 2,7 persen ini cukup tinggi." ungkap Yasril.

Yasril melanjutkan, bilang pembagi positif rate itu adalah, berapa jumlah positif dibagi jumlah yang ditest swab. Positif keseluruhan saat ini sudah berjumlah 1032 orang, sembuh 803 orang, dan meninggal 26 orang. Saat ini Sawahlunto sudah dalam tanda warning atau peringatan jangan sampai naik ke level 4 atau dulu disebut zona merah. Potensi ini bisa terjadi jika positif rate tidak terkendali dan angka kematian terus bertambah.

Saat ini, jumlah angka sementara masyarakat yang telah divaksin adalah, untuk tenaga kesehatan tahap pertama berjumlah 109,24 persen atau 736 orang sasaran realisasi 826 tahap pertama dan 804 tahap kedua.

Kemudian petugas publik sasaran 3.884 orang, vaksin pertama 4795, dan vaksin kedua 1961. Kelompok lansia 6.023 sasaran vaksin pertama 365 orang, dan vaksin kedua 232 orang. Masyarakat umun sasaran 34.416 vaksin pertama 408, dan vaksin kedua 125 orang. Sedangkan dikelompok usia remaja sasaran 6.561 vaksin pertama 1 orang, dan vaksin kedua 0.

"Total kondisi sementara yang telah divaksin dari 51.625 sasaran adalah 6.395 vaksin tahap pertam,a dan 3.122 vaksin tahap kedua. Jadi angka ini masih rendah. Untuk itu terus kita genjot, sehingga penyebaran virus yang menular dapat segera teratasi. Untuk ketersediaan vaksin jenis Sinovac yang diberikan saat ini cukup tersedia untuk tahap kedua, jadi tak ada masalah," ungkap Yasril, lugas.

Diberitahukan dia, pihaknya sudah melakukan Work From Home (WFH) pola 50 persen sudah diterapkan sejak pekan lalu akibat terpaparnya 7 orang tenaga kesehatan (nakes) dimana 1 diantaranya meninggal. Tetapi para nakes yang dikarantina dan sembuh juga ada.

Penerapan WFH hanya dilakukan di lingkungan di Kantor Dinas Kesehatan saja, sedangkan untuk Puskesmas belum diterapkan karena masih melayani vaksinasi yang dilakukan 2 kali dalam seminggu dengan jadwal hari Senin dan Kamis secara rutin, ditambah dengan aksi mobil pada acara-acara tertentu. (iyos)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru