Meski Perekonomian Global Merosot, UMKM Rantih Mampu Bangun Pabrik Air Kemasan

EKONOMI-438 hit

SAWAHLUNTO - Ditengah iklim investasi merosot secara global karena terdampak pandemi COVID-19, tetapi optimisme membuka peluang baru mendirikan pondasi perekonomian justru muncul dari pedesaan seperti dilakukan Nurtasmi (47) yang berani mendirikan pabrik air mineral berlabel "Aran" di Desa Rantih, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.

Bermodal investasi hanya sekitar Rp 200 juta lebih, Nurtasmi yakin dalam waktu dekat investasi yang ditanamnya segera kembali, bila usaha baru yang digelutinya ini bisa berkembang dan sanggup bersaing ditengah ramainya usaha depot pengisian air isi ulang dan pabrik pengemasan yang ada di Sumatera Barat. Itu sebabnya, perempuan berjiwa enterpreneur ini mengepakan sayap dari usaha depot air isi ulang menjadi produsen pengemasan air mineral dalam bentuk gelas, botol, dan galon berstandar SNI dan labelisasi Badan POM serta produk halal dari MUI.

Berbicara dengan beritaminang.com, di kediamannya Desa Rantih, Kamis (15/7), perempuan pengusaha ini memaparkan dalam membangun kerajaan bisnis kecilnya ini bermula dari usaha depot air isi ulang. Berkat kepercayaan konsumen terhadap sumber air yang digunakan, usaha depot ini kini berkembang menjadi pabrik pengolahan sedimentasi kemasan air mineral yang sehat dengan kualitas teruji berdasarkan uji laboratorium SNI Balai Riset Dan Standarisasi Industri Padang.

"Kami mampu menekan biaya produksi dengan tidak mengeluarkan biaya bahan baku air karena sumber airnya diperoleh dari mata air pegunungan yang tak jauh berada dibelakang rumah, dan keluar tanpa pernah kering dari sela batu-batuan. Untuk jaminan kualitas dan kandungan logan dan pH air sudah teruji berdasarkan hasil uji labor SNI dab Badan POM. Alhamdulillah, inilah yang membuat kami optimis ditengah pandemi saat ini." Ungkap Nurtasmi.

Dana investasi yang disalurkan Nurtasmi digunakan untuk pembelian mesin rivece osmosis yang dipesan langsung dari Jakarta, kemudian untuk membangun infrastruktur pabrik dan kemasan serta armada transportasi. Meski pabrik baru berdiri dan di lounching pekan lalu, niat pemilik air kemasan Aran ini untuk memanfaatkan tenaga kerja lokal akan segera terlaksana."Saya ingin membuka peluang kerja untuk masyarakat disini." Tambahnya.

Saat ini, pabrik kemasan air mineral bermerk Aran sudah berproduksi tapi belum maksimal karena masih melengkapi berbagai kebutuhan lainnya. Air kemasan bermerk sangat berkualitas dan aman untuk dikonsumsi setelah keluarnya hasil uji laboratorium SNI Balai riset Dan Standarisasi Industri Padang no. 0631/BSKJI/BRSIP/Lab/III/201 dan 0630/BSKJI/BRSIP/Lab/III/2021 untuk kemasan gelas dan galon serta botol.

Berdasarkan hasil pengujian result of analisys No. 646/BPPI/BBIA/LHU.2/IV/2021 dari otoritas lembaga kompoten ini sumber air Aran terdapat parameter TOC (Total Organic Carbon) sebesar 0,13 dengan metode uji SNI 3354:2015, butir 3,7. Sedangkan untuk izin edar pangan olahan telah dikeluarkan oleh BPOM RI dengan nomor. PN.06.07.52.06.21.6549.PKPE/MD/0280.

Walikota Sawahlunto Deri Asta sangat mengapresiasi berdirinya pabrik kemasan air mineral berkualitas satu-satunya yang berdiri di Kota Sawahlunto ini, apalagi dibangun pada saat kondisi pandemi COVID-19. Meski demikian, Deri Asta turut optimis usaha ini akan berkembang lebih baik karena ini adalah produk UMKM lokal yang harus didukung penuh oleh pemerintah dan jadi kebanggaan oleh masyarakat Kota Sawahlunto.

"Kita patut apresiasi dan bangga ditengah pandemi COVID-19 dan iklim ekonomi merosot secara nasional justru ada masyarakat dengan optimismenya membangun pabrik pengemasan air meneral seperti ini. Dengan adanya pabrik kemasan ini akan terbuka peluang kerja untuk pertumbuhan ekonomi di Desa Rantih. Saya himbau mari dukung produksi UMKM air kemasan produk lokal berkualitas dan sehat untuk dikonsumsi ini setelah keluarnya standar SNI, BPOM dan Label Halal MUI." Kata Wako Deri Asta menyemangati. (Iyos)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru