Bersama Tiga Kabupaten/Kota Lainnya di Sumbar, Bukittinggi Resmi Terapkan PPKM Darurat

KESEHATAN-312 hit

BUKITTINGGI - Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi berkomitmen menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai Senin (12/07) pukul 14.00 WIB, untuk itu Pemko Bukittinggi telah menyiapkan beberapa langkah yang akan dilakukan dalam menerapkan PPKM Darurat tersebut.

Penerapan PPKM Darurat di Bukittinggi bersama tiga Kota/Kabupaten lainnya di Sumatera Barat (Sumbar) yang berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat pada 15 Kabuaten/Kota di luar Jawa dan Bali untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

Keputusan untuk menerapkan PPKM darurat itu, diambil Pemko Bukittinggi setelah dilakukan rapat koordinasi (rakor) SKPD di lingkungan Pemko Bukittinggi di Ruang Rapat Utama Balai Kota, Gulai Bancah, Senin (12/07/2021) siang. Rakor dipimpin Walikota (Wako) Bukittinggi Erman Safar, didampingi Asisten I Isra Yonza, Plt. Asisten II Supadria, dan Plt. Asisten III Melwizardi.

Baca Juga


Rakor SKPD itu dilakukan setelah Wako bersama segenap unsur Forkopimda Kota Bukittinggi mengikuti rapat koordinasi secara daring di ruangan yang sama dengan Wakil Gubernur Sumbar dan beberapa kepala daerah di Sumbar membahas persiapan penerapan PPKM Darurat sebagaimana Instruksi Mendagri Nomor 20 Tahun 2021 tersebut.

Sebagai komitmen Pemko Bukittinggi melaksanakan Instruksi Mendagri tersebut dengan mengeluarkan Edaran Walikota sebagai pedoman oleh berbagai pihak. Lalu ditindak lanjuti oleh SKPD teknis dengan membuat edaran pula sesuai bidang terkait, seperti penyelenggaraan proses belajar mengajar, yang akan ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

"langkah yang akan dilakukan agar Bukittinggi segera keluar dari keadaan PPKM Darurat, adalah; pasien yang terkonfirmasi positif tanpa gejala diarahkan melakukan isolasi mandiri, bagi pasien dengan gejala ringan akan diisolasi di lokasi terpusat, lokasinya akan diupayakan secepatnya oleh Pemko Bukittinggi, begitu juga pasien dengan gejala sedang dan berat diisolasikan di RSUD dan RS. Achmad Muchtar. Bila terjadi kekurangan tempat tidur dan ruangan isolasi, diupayakan penambahan tempat tidur, serta membuka rumah sakit lapangan," jelas Erman Safar.

Lebih lanjut, Wako mengatakan, bagi warga yang kontak erat dengan pasien, akan dilakukan tracking dan testing.

"Pemko mengharapkan masyarakat yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19, tidak menolak dan tidak menghindari tracking dan testing. Testing akan dilakukan terpusat di RSUD. Saya mengharapkan bagi masyarakat yang telah melakukan testing agar melakukan isolasi mandiri sebelum hasil tesnya keluar," harap Wako Erman Safar.

Terkait tentang sektor ekonomi, pada prinsipnya tetap dibuka dan tidak ada penutupan pasar. Namun, ada beberapa pembatasan-pembatasan yang harus diikuti berdasarkan Instrusksi Mendagri.

"Supermarket, pasar tardisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari, dibatasi jam operasionalnya sampai pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung maksimal 50%," ungkap Wako.

"Pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum seperti diwarung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, dan lapak jajanan, baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mal, hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan di tempat (dine in)," tegas Wako.

Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan ditutup sementara, kecuali akses untuk restoran pada supermarket dan pasar swalayan, diperbolehkan dengan memperhatikan ketentuan jam operasional sampai pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50%.

Di bidang keagamaan, Pemko Bukittinggi akan mengikuti ketentuan ataupun surat edaran yang diterbitkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementrian Agama.

Pemberian bantuan kepada masyarakat yang terdampak, Wako menyebutkan, Pemerintah Pusat telah memberikan bantuan beras dan BST kepada PKH.

Selain itu, Wako juga menegaskan, protokol kesehatan yang ketat merupakan keharusan bagi masyarakat yang melaksanakan aktivitas di Bukittinggi. (Yus)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru