Kabar Duka, Wartawan Senior Solsel Armensis Meninggal Dunia

PERISTIWA-995 hit

Solok Selatan -- Innalilahi Wainnailaihi Rojiun, Wartawan Senior Solok Selatan Armensis (67), telah berpulang ke rahmatullah pada Senin,(12/07/21) pukul 01.00 Wib, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Diagnosa dokter, almarhum menderita asam lambung.

"Beliau pada Minggu siang (11/07) sekira pukul 12.30 Wib minta diantar ke rumah sakit, karena asam lambung naik, ungkao Ijef ,(sapaan akrab almarhum kepada Jefly wartawan harianhaluan.com-red) antaan akak ka IGD rumah sakik ciek, asam lambuang akak naiak,"ujar Jefly menirukan ucapan Akak (Sapaan akrab almarhum).

Jefly mengatakan, beberapa saat usai menghubungi, ternyata beliau sudah di rumah sakit di Instalasi Gawat Darurat (IGD) diantar keponakan beliau. Dan tidak lama kondisinya sudah membaik dan sudah bisa diajak minum teh di kantin rumah sakit.

Baca Juga


Usai itu, kami pulang dan langsung menuju rumah. Dalam perjalanan ada ungkapan beliau yang masih terngiang dan itu tidak pernah beliau ungkap kan sebelumnya.

"Di cuaca ko (kawasan di Muaro Labuah) alah saraso di kota awak ndak Yep,"sebut Jefly, menirukan.

Menurut Ijep, kami langsung pulang ke rumah dan setelah beliau turun saya langsung pergi pulang.

"Istirahat lah akak dulu, semoga cepat sembuh,kata Iyep sambil berlalu.

Lalu dalam grup WhatsApp Warga Pers dan Humas Solok Selatan, mengalir untuk Akak agar cepat sembuh dan bisa kembali beraktivitas. Rekan-rekan peta Solok Selatanemberi dukungan kepada akak.

"Semoga kembali pulih dan dapat stabil seperti sediakala pak men,"kata Zaki, wartawan Indonesia Raya di grup WhatsApp.

Menurut Afriadi wartawan POSMETRO Padang, pada pukul 01.10 Wib, istri almarhum (Uni Lina-red) menghubungi handphonenya, sebanyak dua kali. Tapi tak sempat terangkat karena sudah tertidur.

Paginya sekira pukul 06.31 Wib, istri almarhum kembali menghubungi dan memberi kabar bahwa almarhum sudah berpulang ke Rahmatullah.

"Paginya saya baru tahu dari istri almarhum bahwa Akak telah berpulang, dan langsung menghubungi teman teman,"katanya.

Sebelum nya di grup WhatsApp Warga Pers dan Humas sekitar pukul 03.51 sudah ada pemberitahuan dari Sudirman Dt Pagaruyung bahwa Akak telah berpulang.

"Jam 01.17 Wib saya dapat informasi dari anak yang bertugas di rumah sakit bahwa Akak Armensis meninggal dunia, namun karena saat itu baru terbangun dan tidak ngeh, belum di respon. Baru sekitar pukul 03 50 saat terbangun saya pastikan dan baru menginformasikan grup WhatsApp,"sebutnya.

Mendapatkan kabar bahwa Akak sudah berpulang, rekan-rekan wartawan yang bertugas Di Solok Selatan, paginya langsung melayat ke rumah duka. Banyak dari para insan pers tidak percaya dengan kepergian akak.

"Saya awalnya tidak percaya informasi dari grup WhatsApp, tapi setelah ditelpon teman teman wartawan baru percaya, tak terasa air mata ini tidak terbendung, saya langsung pergi ke rumah duka. ,"jelas Syahril wartawan Padang Expo.

Hal tidak percaya bahwa Akak telah berpulang itu terjadi kepada semua rekan-rekan wartawan. Mereka seakan tidak percaya. Seperti Rifki, wartawan topsatu.com, kemaren hari Kamis kami masih main di tempat mangkal di Puncak Pekonina, almarhum masih sehat saja.

"Ini sangat mengejutkan, berita duka ini membuat saya tidak fokus. Beliau orang yang selalu ramah dan memberi berbagai informasi serta menghubungi kawan kawan yang jarang kelihatan,"katanya.

Berbagi ungkapan tidak percaya dari berita duka itu mengalir dari semua rekan kerja. Seperti Sudirman Wakiu St Lingkar Bulan, Khamisrial, Afrizal Amir, Mar Afrilia, Medriadi, Bustanul Deno, Hendri Alamsyah.

Gurau kucindan, terkadang membuat perasaan terganggu, sering berkelahi, sering salah persepsi, bahkan jarang tegur sapa, lalu berteman lagi, itulah beliau Kakanda Armensis, biasa kami panggil Akak Men, seorang Jurnalis handal, gigih, penuh semangat, kini beliau telah mendahului kita, kami secara pribadi dan PWI Solok Selatan mohon maaaf jika selama bergaul ada yang kurang pada tempatnya.

"Kami atas nama wartawan Solok Selatan dan PWI mengucapkan turut berdukacita, semoga almarhum Husnul khotimah. Mohon dimaafkan kesalahan beliau semasa hidup. Kami sangat kehilangan seorang teman sahabat dan sekaligus orang tua,"tutupnya. AA

Loading...

Komentar

Berita Terbaru