Padang Pariaman Masih Zona Merah Covid-19, Ini Update Terbaru Zonasi Sumbar

KESEHATAN-554 hit

PADANG -Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) selaku Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal, Dt. Bandaro Bendang, menyampaikan data terbaru zonasi Covid-19 di Sumbar.

Berdasarkan hasil perhitungan 15 indikatordata onset pada minggu ke-69 pandemi Covid-19 di Sumbar oleh Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar, yang datanya diinput dan diolah oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, maka mulai tanggal 04 Juli 2021 sampai tanggal 10 Juli 2021, ditetapkan zona daerah sebagai berikut:

Zona Merah - Resiko Tinggi (Skor 0 - 1,8)

  1. Kabupaten Padang Pariaman (skor 1,73)

Zona Oranye - Resiko Sedang (Skor 1,81 - 2,40)

  1. Kabupaten Limapuluh Kota (skor 2,28)
  2. Kota Padang Panjang (skor 2,27)
  3. Kabupaten Dharmasraya (skor 2,25)
  4. Kabupaten Pasaman Barat (skor 2,23)
  5. Kota Padang (skor 2,20)
  6. Kabupaten Pesisir Selatan (skor 2,17)
  7. Kabupaten Tanah Datar (skor 2,10)
  8. Kota Sawahlunto (skor 2,09)
  9. Kabupaten Solok (skor 2,09)
  10. Kota Bukittinggi (skor 2,00)
  11. Kabupaten Agam (skor 1,94)

Zona Kuning - Resiko Rendah (Skor 2,41 - 3,0)

  1. Kabupaten Pasaman (skor 2,63)
  2. Kabupaten Kepulauan Mentawai (skor 2,58)
  3. Kota Pariaman (skor 2,49)
  4. Kota Payakumbuh (skor 2,48)
  5. Kabupaten Solok Selatan (skor 2,43)
  6. Kota Solok (skor 2,44)
  7. Kabupaten Sijunjung (skor 2,41)

Zonasi Hijau - Tidak Ada Kasus

Baca Juga


Tidak Ada

"Kembali Kabupaten Padang Pariaman berada di zona merah dan skornya pada minggu ini bertambah buruk dari minggu sebelumnya, tulis Jasman.

Jasman juga mencatat, pada minggu ke 70 ini, Kabupaten Kepulauan Mentawai berhasil memperoleh skor terbaik dalam penanganan Covid-19 di Sumatera Barat, menggeser Kota Pariaman yang telah 11 minggu menjadi yang terbaik dalam penanganan Covid-19.

Sementara Kabupaten Agam sangat berpotensi memasuki zona merah, karena satu-satunya (selain Kabupaten Padang Pariaman yang skornya berada di zona merah) skornya dibawah 2,00.

Pada Minggu ke-70 ini, kondisi pandemi Covid-19 di Sumbar adalah sebagai berikut:

  1. Berdasarkan data onset yang dirangkum dari data perkembangan Covid-19 di Kabupaten Kota dan berdasarkan Indikator Kesehatan Masyarakat, Provinsi Sumbar berada di zona merah dengan skor 1,79. Menurun dari minggu sebelumnya pada skor 2,05.
  2. Pada minggu ini, satu-satunya Kabupaten Kota yang berada di zona merah adalah Kabupaten Padang Pariaman. Ini adalah kali ketiga kalinya Kabupaten Padang Pariaman berada dizona merah. Sementara Kabupaten yang mendekati zona merah adalah Kabupaten Agam yang skornya berada dibawah 1,94, dan tidak ada Kabupaten Kota yang berada di zona Hijau.
  3. Kondisi zonasi sama dengan minggu ke-69. Terdapat 1 (satu) daerah dizona merah, 7 (tujuh) daerah Kabupaten Kota yang berada di zona Kuning dan 11 (sebelas) daerah Kabupaten Kota berada pada zona oranye dan tidak ada yang berada di zona hijau.
  4. Kecenderungan Positivity Rate (PR) meningkat dari minggu sebelumnya. PR mingguan Sumbar pada minggu ini adalah 10,26%, meningkat dari minggu sebelumnya pada angka10,03%(Standard WHO 5,0). Peningkatan ini justru memperlihatkan kinerja Satgas Kabupaten Kota yang telah melakukan tracking dan tracing dengan baik. Artinya, pola tracing dan tracking Satgas Kabupaten Kota telah berada pada jalur yang benar. Semakin banyak ditemukan kasus positif, artinya semakin baik pola penanganan di daerah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kota.
  5. Sampai minggu ke 69, Warga Sumbar yang telah terinfeksi Covid-19 adalah 52.691. Bertambah 2.406orang dari minggu sebelumnya pada angka 50.285 orang. Ini merupakan rekor tertinggi pertambahan mingguan sejak pandemi Covid-19 di Sumbar.
  6. Recovery Rate (tingkat kesembuhan) 90,66%. Menurun dari minggu sebelumnya pada angka 91,98% atau sembuh sebanyak 47.771 dari 50.285 orang yang terinfeksi Covid-19.
  7. Meninggal dunia akibat Covid-19 1.208 orang (2.29), menurun dari minggu sebelumnya pada angka 2,30% dari52.691 orang yang terinfeksi.
  8. Kasus aktif minggu ini 3.712 orang (7,04%) naik dari minggu sebelumnya. Minggu sebelumnya kasus aktif berada pada angka 2.876.
  9. Presentase kasus Covid-19 yang dirawat di RS Rujukan (hunian rumah sakit) menurun dari 21,28% ke atau pada angka 663 orang kasus aktif.
  10. Isolasi Mandiri mengalami peningkatan. Minggu sebelumnya 71,45%, maka pada minggu ini persentasenya pada angka 76.05% (2.823 dari 3.712 orang), meningkat 889 orang dari minggu sebelumnya. Hal ini menunjukkan banyaknya kasus OTG ditengah-tengah masyarakat.
  11. Isolasi dikarantina Kab/Kota mengalami penurunan ke angka 6.09%, setelah sebelumnya berada pada angka 7,27% dari 3.712 kasus aktif.

Sumber Data: Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat

(Rel/Je)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru