300 Siswa MTsM Lakitan Pessel Pilih Pencak Silat Tapak Suci Sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler

PENDIDIKAN-478 hit

PAINAN - Selain sebagai tempat menimba ilmu agama Islam, ternyata kehadiran Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah (MTsM) Lakitan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), juga sebagai tempat membentuk mental, dan fisik siswa melalui ilmu bela diri.

Karena keunggulan dan kelebihan yang dimiliki itu, sehingga tidaklah mengherankan sekolah itu dijadikan sebagai pilihan oleh orang tua untuk melanjutkan pendidikan anaknya setelah tamat sekolah dasar (SD) di Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).

Sebab selain memiliki pengetahuan atau ilmu agama yang kuat, para siswanya juga memiliki kemampuan ilmu bela diri melalui perguruan Pencak Silat Tapak Suci Muhammadiyah yang berpusat di sekolah itu.

"Selain pendidikan agama Islam, kami juga memberikan bekal ilmu beladiri kepada santri yang sekolah di sini. Perguruan Pencak Silat Tapak Suci Muhammadiyah ini, sudah ada semenjak sekolah ini berdiri. Namun eksistensinya sejak lima tahun terakhir," kata Kepala MTsM Lakitan Kecamatan Lengayang, Hairudin, Senin (28/6).

Dia menjelaskan bahwa Pencak Silat Tapak Suci tersebut sangat bermanfaat untuk kesehatan mental dan fisik siswa yang mengikutinya.

"Sebab melalui kegiatan salah satu eksrakurikuler pilihan wajib ini, yang terisi bukan saja kecerdasan siswa secara intelektual, tapi juga ketangkasan secara fisik, serta kesehatan secara jasmani," ujarnya.

Dia mengakui bahwa sekarang sekolah itu tidak lagi dijadikan pilihan ke dua oleh masyarakat.

"Bukan rahasia lagi kalau MTs merupakan sekolah pilihan kedua oleh masyarakat setelah sekolah umum seperti SMP. Tapi itu dulu. Saya katakan demikian, sebab sekarang peminatnya sudah sangat tinggi karena keunggulan yang dimiliki ini," akunya.

Hal itu diakui Sapta Kardeni, selaku Pembina Perguruan Pencak Silat Tapak Suci Muhammadiyah, didampingi pelatih, Syafridon.

"Mereka yang tergabung pada Perguruan Pencak Silat Tapak Suci Muhammadiyah ini, semuanya merupakan siswa MTsM Lakitan. Sebagian besarnya juga memondok di Pesantren Khairatul Khasanah yang secara berkebetulan berada di lingkungan sekolah," ujar Sapta, yang kebetulan pimpinan di pondok pesantren tersebut.

Disampaikannya para siswa dan santri yang tergabung pada perguruan pencak silat tapak suci itu, tidak hanya sekedar memiliki ketangkasan dan kemampuan fisik yang handal, tapi juga memiliki keimanan dan ketaqwaan yang kuat.

"Semangat dan motivasi untuk terus belajar dan memperdalam ilmu beladiri, sebab sekolah ini sering menjadi juara setiap kali pertandingan digelar. Prestasi juara ini tidak saja di tingkat daerah, tapi juga provinsi, bahkan di tingkat nasional," jelasnya.

Dari 800 orang jumlah siswa MTsM dari kelas 1 hingga kelas 3, sebanyak 300 orang merupakan atlet bela diri pencak silat tapak suci. Mereka yang berjumlah 300 orang tersebut, menjadikan beladiri pencak silat Tapak Suci sebagai salah pilihan wajib ekstrakorikulernya. Karena sekolah memang memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih mana kegiatan ekstrakurikuler yang mereka senangi.

"Mereka ini rutin belajar tiga kali selama satu minggu, tanpa mengganggu mata pelajaran sekolah," kata Syafridon pula.

Walau sekolah itu memiliki banyak siswa yang pendekar dan juga telah mengikuti berbagai kejuaraan, namum mereka tidak ada yang nakal.

"Sebab selain memiliki ilmu agama yang kuat, kami juga menanamkan sikap sabar, serta juga menanamkan kepribadian seperti ilmu padi, yakni semakin berisi semakin tunduk," timpalnya. (RND/Je)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru