Hendri Diarak Keliling Setelah Dinobatkan Sebagai Datuk Rajo Sampono Suku Limo Panjang

PERISTIWA-554 hit

SOLOK, SULIT AIR - Lama kosong, gelar pemangku adat Andiko Datuk Rajo Sampono dari payung suku Limo Panjang penghulu urang ampek rumah di Nagari Sulik Aia ( Sulit Air), Kabupaten Solok, Sumatera Barat, akhirnya kembali terisi setelah ditinggal wafat Muspardi mantan pejabat Kejaksaan Agung RI 4 tahun silam, dan kini digantikan Hendri gelar Malin Sampono sebagai Datuk Pucuk Suku Limo Panjang 4 rumah yang diarak keliling kampung, Selasa, (23/6/21).

Hendri Dt.Rajo Sampono lolos dalam pencakauan atau seleksi kepatutan sebagai ahli waris gelar Datuk Rajo Sampono dari kaumnya dibawah payung suku Limo Panjang urang nan ampek rumah, seperti dari kaum Datuk Pono Marajo, Datuk Rajo Alam, Datuk Tuma' Alam, dan Datuk Podo Besar. Untuk menobatkannya sebagai penghulu, prosesi pengangkatan telah dilakukan di rumah gadang Datuk Rajo Sampono, Jorong Koto Tuo, Nagari Sulit Air, Kecamatan X Koto Diatas, Senin 21 Juni lalu.

Bukhori Datuk Malano Kayo, salah seorang tokoh adat Sulit Air kepada beritaminang.com disela acara Bararak Batagak Penghulu Hendri Datuk Rajo Sampono mengatakan, filosofi bararak secara adat dimaksudkan agar masyarakat nagari, anak kemenakan, dan keluarga pesukuan yang ada dalam Nagari Sulit Air akan tahu bahwa Hendri sudah Syah dan resmi menyandang gelar sebagai Datuk Pucuk Datuk Rajo Sampono dalam suku Limo Panjang ampek rumah yang sudah lama kosong semenjak wafatnya Muspardi Datuk Rajo Sampono sekitar 4 tahun silam.

Ditambahkan Bukhori, tugas seorang penghulu sangat berat, kaateh indak bapucuak kabawah indak baurek ditangah digiriak kumbang. Saking beratnya maka dalam menjalankan fungsi sosialnya seorang penghulu hendaknya mampu mambangkik batang tarandam saciok bak ayam, sadanciang bak basi. Namun seorang penghulu juga memilki peran strategis dalam memimpin suatu kelompok suku atau kaum ditengah masyarakat.

"Untuk itu mari dukung dan bantu tanggungjawab sosial yang disandang seorang penghulu yang sudah dilewakan. Anak kemenakan dan kaum harus menghormatinya, dan menurut terhadap pituah dan setiap kebaikan yang mendatangkan manfaat bagi kaumnya." Tutur Bukhori.

Sementara, Hendiri Datuk Rajo Sampono, yang berhasil diwawancarai wartawan portal berita cyber ini saat bararak keliling kampung mengutarakan, dia merasa terharu saat dinobatkan sebagai penghulu atau pewaris gelar Datuk Rajo Sampono atas dukungan banyak pihak terutama sanak saudaranya dalam persukuan, kemudian anak kemenakan dan lainnya, sehingga suksesi arakan berjalan lancar dan penuh sukacita.

Hendri menyebutkan, waris gelar penghulu yang diterimanya merupakan sebuah kehormatan dan amanah yang harus dijalankan dengan baik dan adil serta bijaksana dalam memimpin dikelompok pasukuan atau kaumnya di payung suku penghulu ampek rumah yakni dibawah Datuak Pono Marajo, Datuak Rajo Alam, Datuk Tuma' Alam, dan Datuk Podo Besar.

"Doakan saya mampu menyandang gelar warih Datuk Rajo Sampono ini dengan baik dan amanah, sesuai kaidah dan tuntunan yang sudah ada secara turun-temurun. InsyaAllah saya akan berbuat yang terbaik untuk anak kenakan dan kaum pesukuan Limo Panjang urang nan ampek rumah termasuk mendukung pembangunan nagari Sulik Aia secara bersama-sama." Ungkap saudagar yang memiliki bisnis di Pasar Atas, Bukittinggi ini.

"Dan saya sangat terkesan dan terharu atas dukungan semua pihak baik panitia dan lainnya sehingga seluruh proses penyelenggaraan berjalan baik dan lancar." Sambung putra dari dari ayahnya almarhum H.Karlis dan ibunya Hj.Yusnimar ini.(Iyos)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru