Mario Syahjohan: Wakil Rakyat Jangan Ketika Butuh Baru Dekat Sebuah Komunitas

PENDIDIKAN-1084 hit

PADANG ARO - Sudah saatnya kepedulian pelaku politik dapat memformulasi antara kepentingan dengan program yang berdampak pada pembangunan sebuah komunitas.

"Jangan kita hadir pada berbagai komunitas saat kita butuh untuk politik, kemudian setelah duduk di lembaga politik tidak pernah lagi menemui komunitas itu sendiri," kata Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sumbar, Mario Syahjohan, saat kegiatan workshoop Pengembangan Seni Kreasi Berbasis Tradisi di SMK N 1 Kabupaten Solok Selatan (Solsel), Selasa (22/6/2021).

Hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Hj. Gelama Ranti, Kabid Kesenian dan Diplomasi Budaya, Ilfitra, Kabid Kebudayaan Disparbud Solsel, Desrial, Pj Wali Nagari Pasar Muara Labuh selaku Kurator kegiatan, Efrizal, dan Kepala SMK Negeri 1 Solsel Efrizal selalu penyediaa tempat kegiatan.

Baca Juga


Lebih lanjut Mario Syahjohan berharap, ke depan berbagai kegiatan seni budaya dapat kembali berkibar ditengah-tengah kehidupan masyarakat.

"Hal ini tentu perlu dukungan pelaku politik dengan memformulasi kegiatan dalam sebuah program yang dibiayai oleh APBD," harapnya.

Ke depan Mario Syahjohan juga menginginkan kegiatan para seniman kembali hidup. Apalagi saat ini melalui Komisi IV DPRD Provinsi sudah disetujui anggaran sebesar Rp. 40 Milyar untuk pembangunan gedung kebudayaan di Tepi Laut (Taplau) Padang.

"Jadi perhatian Pemerintah sebenarnya pada kalangan seniman ini sudah luar biasa, bahkan anggaran pembangunan gedung ini adalah 2 anggaran terbesar di Sumbar. Bahkan Dinas Kebudayaan saja saat ini mendapat anggaran Rp. 20 Milyar," papar Mario

"Kedepan ketika bangunan ini selesai akan dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan seniman. Sehingga akan dapat kita lihat aktivitas para pelaku seni," pinta Mario

Bahkan dikesempatan itu, Mario mengajak seluruh generasi muda untuk dapat menjadi penerus budaya daerah masing-masing. Dikesempatan itu ia, juga mengajak seluruh kalangan untuk mencam semboyan "Jangan Lupakan Budaya ".

"Meski disetiap daerah memiliki budaya yang berbeda dengan daerah lain, namun kita bisa bersatu. Jadi budaya itulah yang membuat kita bersatu," jelasnya.

Kepada berbagai kalangan budayawan lokal, Mario Syahjohan yang dari Fraksi Gerindra ini juga menitipkan motto untuk penyemangat dalam mendukung pembangunan Kebudayaan di Solok Selatan, mottonya adalah "Anak Muda Tangguh, Solok Selatan Maju".

Kegiatan Workshop Pengembangan Seni Kreasi Berbasis Tradisi di Kabupaten Solsel tersebut secara resmi dibuka Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Hj. Gemala Ranti.

Sedangkan narasumber kegiatan diantaranya, Eri Mefri dengan materi Praktik Kreografi, Vivery Yusdianto dengan materi Teknik Dasar Gerak Silek dalam Tari Minangkabau, Dr. Susasrita Lora Vianti dengan materi Eksploirasi Konsep Tradisi, Dr. Rafiloza dengan materi Pengembangan Musik Tradisi, dan Yola Oksandra dengan materi Managemen Sanggar dan Pertunjukan.

Kadis Kebudayaan Provinsi Sumbar, Hj. Gemala Ranti dalam sambutannya mengatakan pembinaan objek pembangunan kebudayaan merupakan salah satu strategi Pemerintah dalam upaya melestarikan kebudayaan.

Hal itu akan terwujud jika ekosistem dan seluruh elemen kebudayaan secara bergontongroyong terlibat lansung atau berkontribusi lansung dalam memajukan kebudayaan itu sendiri.

"Melalui kegiatan Workshop itu dan dengan dukungan meanstro seni Sumbar selaku narasumber kegiatan, diharapkan akan tergali potensi seni dan budaya yang ada di Solok Selatan," harap Gemala.

Sementara laporan panitia sebagaimana disampaikan Ilfitra menjelaskan, kegiatan dilaksanakan selama tiga hari dengan melibatkan peserta sebanyak 50 orang dari pelaku seni, pengelolah sanggar seni serta pemotivasi seni budaya di Solsel. AA

Loading...

Komentar

Berita Terbaru