Puskesmas Abai Solsel Masih Kekurangan Tenaga Medis

KESEHATAN-720 hit

PADANG ARO - Sebagai garda terdepan untuk mewujudkan pembangunan kesehatan masyarakat, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Abai di Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan (Solsel), masih kekurangan tenaga medis. Mereka terus berupaya dengan harapan mendapat dukungan dari masyarakat danForum Koordinasi Pimpinan di Kecamatan (Forkopimcam) setempat.

"Hingga kini, kami masih merasa kekurangan tenaga medis untuk melayani kegiatan kesehatan IGD (Instalasi Gawat Darurat), pelayanan di Poli Puskesmas, dan untuk pelayan masyarakat di 23 Jorong di 4 Nagari yang ada di wilayah ini," kata Kepala Puskesmas (Kapus) Abai, dr. Erawati didampingi Survailen, Salma Afria, Rabu (16/6/2021).

Hingga kini, jumlah tenaga dokter yang dimiliki hanya tiga orang termasuk pimpinan, itupun semuanya perempuan. Sedangkan para medis dan bidan desa berjumlah 33 orang ditambah tenagaTenaga Harian Lepas (THL) dan sukarena sebanyak 26 orang.

"Kekurangan dirasakan, pertama, pimpinan atau Kapus tidak boleh memberikan pelayanan pada jam kerja, kedua, Bidan Desa ada yang melaksanakan tugas untuk empat jorong, dan ketiga tenaga para medis ada juga yang menjadi tenaga administrasi," tambah Erawati.

Meski wilayah kerja Puskesmas Abai, hanya empat nagari, namun sarana jalannya masih banyak yang rusak. Abai merupakan wilayah terujung dan tersulit setelah Puskesmas Lubuk Ulang Aling ketika akan melayani masyarakat ke lapangan.

Selain itu, pelayanan IGD tetap berjalan 24 jam sehari, selain pelayanan poli setiap jam kerja. Sementara kunjungan pasien yang tercatat disini, baik di Poli maupun di IGD, lebih banyak Ispa, hipertensi, diabetes, dan kecelakaan kerja.

"Kalau masalah ketersediaan prasarana mobil di Puskesmas Abai sudah memiliki dua mobil operasional," tambah Erawati.

Ditambahkan, bagian Survailen Puskesmas Abai, Salma Afria kegiatan penanganan Covid-19 di Puskesmas Abai sudah terlaksana kegiatan vaksinasi untuk Tenaga Kesehatan (Nakes) 100 persen.

Sedangkan untuk pelayanan publik, seperti, guru, pegawai kantor camat, dan wali nagari lebih kurang 300 sasaran. Untuk vaksin pertama sudah terlaksana dan yang kedua saat ini masih berjalan dengan target tercapai 100 %.

Sementara target pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dilaksanakan 20 orang setiap hari, dan vaksin yang akan dipakai pihak Puskesmas harus menjemput setiap akan dilaksanakan ke Dinas Kesehatan di Padang Aro.

"Adapun kasus Covid-19 di wilayah ini, tercatat hanya dua orang. Pertama seorang warga masyarakat Jorong Batu Nago dengan pelaksanaan isolasi mandiri di rumahnya. Kedua seorang warga di Dusun Tangah yang sedang perawatan di RSUD Solsel," demikian Salma Afria. AA

Loading...

Komentar

Berita Terbaru