Anggota DPRD Solsel Sayangkan Pemukulan Mantan Wali Nagari Lubuk Ulang Aling Selatan

PERISTIWA-689 hit

PADANG ARO - Terkait adanya kejadian pemukulan mantan Wali Nagari Lubuk Ulang Aling Selatan, Kabupaten Solok Selatan (Solsel), April (43) oleh Alen alias Jorong Alen yang juga warga masyarakat setempat, mendapat respon dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Solsel dari Fraksi Golkar, Syafril.

Syafril yang oleh masyarakat Kecamatan Sangir Batang Hari (SBH) Solsel khususnya yang biasanya dikenal dengan sebutan Sap Moneter itu, sangat menyayangkan adanya kejadian yang sangat memalukan antara sesama yang pernah menjadi Perangkat Nagari tersebut.

"Secara logika dan prinsip, kejadian itu salah. Seharusnya kejadian tersebut tidak terjadi, apalagi di depan umum dan di dalam rumah ibadah pula lagi," kata Sap Moneter.

Baca Juga


Hal itu dikarenakan, April adalah seorang yang pernah menjadi pejabat di daerah ini, meski jabatannya seorang Wali Nagari, artinya dia pernah eksekutif di daerah ini. Jadi pandangan saya sebagai anggota DPRD atau sebagai wakil rakyat, sangatlah tidak elok seorang Jorong Alen melakukan pemukulan pada April di rumah ibadah.

Menurutnya hal itu secara hukum bisa saja masuk dalam pasal perbuatan tidak menyenangkan dan pencemaran nama baik. Kalau dilihat secara hukum, atau dilihat secara pidana umum, mungkin akan sulit pembuktian secara fisik, karena tidak ada bekas atau jika divisum mungkin tidak terlihat. Maka sebagai orang yang menjadi korban, tentu kejadian ini sangat diharapkan mendapat pertimbangan dari penegak hukum.

Syafril yang wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2 (dua) Solsel (Kecamatan Sangir Jujuan, Sangir Balai Janggo, dan Sangir Batang Hari) tersebut juga menggarisbawahi, pihaknya tentu tidak akan ikut campur urusan ini jika sudah masuk keranah hukum.

"Jika hal itu betul-betul ada pemukulan oleh Alen pada mantan wali nagari LUA Selatan, April di Masjid dan di depan umum, maka hal itu tidak bisa dibenarkan, dan jelas-jelas hal itu sangat salah," jelasnya.

Seharusnya persoalan ini dari jauh hari sudah diselesaikan di tingkat keluarga dan tingkat Pemerintahan Nagari. Namun kalau sudah main hakim sendiri, sudah pasti akan masuk ke ranah hukum. Apalagi negara kita punya aturan hukum, dan bukan negara preman," tambah Sap.

Maka atas nama wakil rakyat, Syafril berharap pada pihak yang melakukan main pukul ala preman pada mantan wali nagari itu, sebaiknya dapat jemput bola dengan cara menyelesaikan secara kekeluargaan dengan keluarga April dengan didampingi pihak penegak hukum.

Alasan harus didampingi penegak hukum, agar persoalan ini tidak berlarut-larut dan kejadian seperti ini tidak berulang-ulang.

"Silakan berdiskusi antar keluarga, bersama penghulu, dan harus didampingi oleh pihak penegak hukum. Kapan perlu di kantor polisi, bahkan kasus ini informasinya sudah ditangani pihak Polsek SBH," katanya.

Namun jika pihak terlapor tidak mau melakukan, tentu harapan kita kejadian ini tetap diproses sesuai hukum yang berlaku, dengan harapan kejadian seperti ini tidak terulang kembali," harap Sap Moneter.

Bahkan dari informasi juga, sebelumnya oknum yang terlapor ini pernah juga sebelumnga memukul seseorang di Kampung Baru Pulau Panjang, bahkan perempuan pula yang di pukulnya. Namun si pelaku tidak pernah diproses, atau tidak jelas alur prosesnya, apalagi oknum main pukul itu ditahan. Jadi, agar ini tidak berulang-ulang kejadian yang sama dilakukan oleh oknum dan berbuat sekehendak hati. Tentu proses ini dapat dilanjutkan.

"Jadi atas nama wakil rakyat, hanya dua saran kami, pertama berdamai dengan disaksikan pemangku adat dari kedua kaum dan penegak hukum di kantor polisi. Kedua, lakukan proses hukum sebagaimana mestinya," pungkas Syafril.

Sebelumnya, mantan Wali Nagari LUA Selatan, April (43) benar telah melaporkan Jorong Alen ke Polsek SBH, dengan dugaan tindakan penganiayaan. Karena pada saat salam terakhir waktu salat sunat jelang salat Jumat (11/6/2021), Jorong Alen sudah mendorong pundak bagian kanan dengan kaki.

Tidak itu saja, menurut April, Jorong Alen juga mengeluarkan kata-kata kasar yang tidak bisa ia terima sebagai seorang muslim. Ucapannya itu sekaligus penghinaan pada dia sebagai tokoh masyarakat yang biasa beribadah bersama jemaah di masjid tersebut.

"Usai kakinya mendarat di pundak kanan saya, ia mengeluarkan kata-kata kasar, kalua ang jan sumbayang disiko (keluar kamu, jangan salat disini-red)," kata April menirukan ucapan Jorong Alen saat kejadian pada dirinya.

Terkait masalah kejadian dan laporan oleh korban April terkait dugaan tindak penganiayaan tersebut, dibenarkan Kapolres Solsel, melalui Kapolsek SBH, AKP. Yudi Satria di Mapolsek SBH, Sabtu (12/6/2021).

"Peristiwa penganiayaan ini telah kami lakukan proses dengan melakukan pemanggilan saksi dan meminta keterangan. Selanjutnya kami juga akan memanggil terlapor," pungkas Kapolsek. AA

Loading...

Komentar

Berita Terbaru