Bank Indonesia Bina Perajin Songket Sumbar Tingkatkan Kompetensi dan Kualitas Produksi

EKONOMI-391 hit

SAWAHLUNTO - Enam Belas perajin songket dan tenun Minang dari 5 Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat memperoleh pelatihan peningkatan kompetensi dari Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat selama 3 hari dari 08 hingga 10 Juni 2021 di Hotel Parai, Sawahlunto.

Dilansir Humas Pemko Sawahlunto, Kegiatan ini menghadirkan nara sumber seorang desainer fashion yang sudah lama berkecimpung di bidang tenun lokal, sekaligus juga Founder dan CEO Tenun Gaya, Wignyo Rahadi.

Menurut informasi, kegiatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Sumatera Barat tersebut bertujuan untuk memberikan penguatan dan peningkatan kualitas dan motif songket serta tenun Minang sesuai selera pasar sehingga dengan demikian akan memberi nilai ekonomis bagi perajin.

Baca Juga


Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Wahyu Purnama, sebagaimana dikutip Humas Yuda Ahada menyebutkan, kegiatan ini merupakan output atau hasil akhir yang diinginkan Bank Indonesia dalam membina perajin songket dan tenun di Sumatera Barat yang memiliki nilai saing serta mampu mengikuti selera pasar. Dengan demikian, strategi peningkatkan nilai ekonomis bagi perajin songket dan tenun Minang jauh lebih besar lagi.

Untuk meraih keinginan itu, Bank Indonesia hadir ditengah para perajin dalam mewujudkan semua itu dengan melakukan berbagai evaluasi terhadap produk-produk tenun Minang yang diproduksi selama ini. Dengan evaluasi ini dapat diketahui berbagai kelemahan dan kekurangan yang dapat menyesuaikan dengan permintaan pasar.

"Kita ingin agar jangkauan pasar dari tenun Minang ini bisa lebih luas. Masyarakat umum termasuk kaum millenial diharapkan sangat menyukai dan bangga mengenakan produksi songket dan tenun Minang yang sudah membudaya sejak lama ini. Untuk itulah diperlukan evaluasi dan strategi bagaimana menciptakan kreasi-kreasi baru sesuai minat dan selera pasar. Inilah pentingnya peningkatan Kompetensi ini," kata Wahyu Purnama.

Sementara, Walikota Sawahlunto Deri Asta dibagian sambutannya saat acara pembukaan mengatakan bahwa, dalam meningkatkan kualitas produksi yang sesuai permintaan pasar dibutuhkan berbagai evaluasi dan inovasi serta kreatifitas sehingga memunculkan kreasi-kreasi baru menarik yang lebih stylist untuk mengundang selera custumer selalu mengenakan songket dan tenun Minang yang sudah melegenda sejak lama.

"Untuk diketahui, khusunya songket Silungkang sudah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) nasional, dan terdaftar dalam sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kemenkum - HAM. Sehingga ini jadi modal besar dalam pengembangan songket Silungkang dan umumnya Sumatera Barat dimasa datang. Dari dimensi lain, desain, kualitas benang, dan hal - hal teknis lainnya harus ada peningkatan dan inovasi." Ucap Deri Asta. (iyos)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru