Diduga Lakukan Upaya Perkosaan, Oknum Kades Dilaporkan Sekretarisnya ke Polres Sawahlunto

SAWAHLUNTO - Tidak kuasa menerima perlakuan dan pelecehan serta dugaan percobaan pemerkosaan oleh oknum Kepala Desa (Kades), Sekretaris Desa Taratak Boncah, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto, "AF" melaporkan oknum "Y" ke Polisi, Selasa (8/6/2021).

Pelaporan itu diakui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sawahlunto, Iptu Ayib yang dikonfirmasi melalui saluran telepon Selasa (8/6) petang. Dia mengemukakan, baru hanya menerima laporan pihak yang merasa jadi korban, tapi kasusnya belum masuk keproses penyelidikan karena laporan harus dilengkapi minimal dua alat bukti.

"Benar seorang perempuan berinisial AF didampingi keluarga dan saksi melaporkan peristiwa yang dialaminya yaitu dugaan upaya percobaan pemerkosaan. Laporannya sudah kami terima, namun belum bisa diproses karena masih menunggu alat bukti minimal dua alat bukti lengkap. InsyaAllah, jika kelengkapan alat bukti sudah ada proses akan jalan." Ungkap Ayib.

Baca Juga


Perempuan "AF" yang dikonfirmasi langsung portal berita ini, Selasa (8/6) petang, mengatakan. Pihaknya menjadi korban perlakuan tidak pantas oknum Kepala Desa Taratak Boncah "Y" yang diduga melakukan tindak percobaan pemerkosaan terhadap dirinya tadi pagi sekitar pukul 08.15 WIB di kediaman pribadi oknum Kades tersebut.

Kasus dugaan upaya percobaan pemerkosaan itu bermula dari diminta datangnya "AF" kerumah oknum"Y" untuk urusan dinas. Dalam pengakuan "AF" ke beritaminang.com mengatakan, karena dia adalah Sekretaris Desa dan patuh kepada atasannya, maka tak ada alasan untuk tidak datang karena oknum Kades ""Y" sering mengancam jika tidak mengikuti kemauannya jabatan Sekretaris Desa akan dicopot dan dia akan dipindah ke bagian lain.

Karena selalu mendapat ancaman, dan takut kehilangan posisi jabatan sekdes, dia patuh dan mengikuti perintah "Y" dengan mendatangi kediaman oknum "Y" tersebut. Namun firasat muncul dalam pikirannya, sebagai seorang perempuan tidak baik mendatangi kediaman oknum Kades ini sendirian apalagi "Y" pria 40 tahunan ini tinggal sendirian dirumahnya, lalu "AF" minta ditemani sudaranya "J" untuk mengawasi dari jauh dipinggir jalan.

Saat berada dirumah "Y" korban disuruh masuk lalu duduk di ruang tamu, "Y" saat itu berada dalam kamar tidurnya sedang duduk diatas kasur mengenakan kaos merah dan bagian bawah bersarung handuk sembari minta "AF" jangan diruang tamu tapi ke langsung kekamar saja untuk membicarakan masalah nasibnya sebagai Sekdes apakah dicopot atau tidak.

Namun tawaran masuk kamar itu ditepis "AF" karena tidak pantas, dan "AF" minta oknum Kades ini segera ke kantor karena ada acara pertemuan dengan warga serta urusan kantor lainnya. Tapi tak didengarnya, malahan dia menarik "AF"masuk kekamar dengan memegang kedua tangannya erat-erat lalu merapatkan tubuh "AF" ke bagian badannya sambil mencium kemolekan perempuan sekampungnya ini.

Diperlakukan tidak senonoh dan melecehkan, "AF" berteriak keras sambil meronta hingga terdengar oleh saudaranya "J" yang menanti di pinggir jalan tak jauh dari tempat kejadian perkara. Mendengar teriakan itu, "J" kepada wartawan media ini menceritakan dia langsung melompat dan berlari kearah suara teriakan minta tolong. Saat berada di dalam rumah "J" melihat oknum Kades itu sedang berada di dalam kamar dengan "AY" yang meronta-ronta dan sedang dilecehkan, dan dia sempat memotret peristiwa tersebut dengan HP.

Menurut penuturan "AF" kelakuan "Y" yang ditinggal istrinya karena sedang dipenjara terkait sebuah kasus sudah sering terjadi menimpa "AF" berawal dari tahun 2019 silam, namun setiap godaan dan dugaan upaya menyetubuhi Sekdesnya selalu gagal dan ditolak mentah-mentah oleh korban.

"Kadang saya diminta ke kantor malam-malam dengan alasan ada pekerjaan penting, karena perintah atasan dan selalu diancam dicopot sebagai sekretaris saya ikuti, dikantor malah saya dirayu dan oegang-pegang tapi saya tidak mau dan buru-buru minta pulang, bahkan diam-diam ada yang merekam peristiwa penolakan saya itu. Sekarang sudah puncaknya, saya sudah tidak tahan atas perlakuannya dan harus melaporkannya ke polisi dan P2TP2A untuk perlindungan hukum." Tutur "AF" terang-terangan.

Kini "AF" bersama kedua orang tuanya dan sudaranya segera melengkapi alat bukti pelapiran atas dugaan upaya percobaan pemerkosaan terhadap dirinya secara berulang-ulang.

Oknum "Y" yang dikontak via telepon dua kali untuk dikonfirmasi tidak mau mengangkat nada panggil, kemudian lewat WhatsApp dia mengkonfirmasi bahwa peristiwa tersebut tidak terjadi demikian.

Menurut dia, saat sekretarisnya itu datang kerumahnya dia sedang sendirian dan siap-siap untuk ke kantor desa setempat. Kemudian dia menanyakan "Kalau Ndak jadi Buk Sekretaris Baa lai nyo ? Soalnyo karajo banyak yang indak salasai dek buksek, banyak laporan kawan-kawan dikantua karajo buksek dak salasai. Terus buksek minta tolong ka awak minta tolong pertimbangan dek Pak Desa baliak, itu kronoligisnyo. " Ungkap "Y" .(Iyos)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru