Tak Patuhi Prokes, 17 Siswa SMK dari Tanah Datar Diamankan Satpol PP Payakumbuh

PAYAKUMBUH - Karena melanggar Protokol Kesehatan (Prokes), 17 orang siswa/siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) asal Kabupaten Tanah Datar di tertibkan Satpol PP Payakumbuh dan diberi di sanksi fisik berupa push up.

Ke-17 orang pelajar dari salah satu SMK di Tanah Datar itu, terdiri dari 15 laki-laki, dan 2 orang wanita. Mereka diamankan sedang merayakan kelulusan dari sekolah tempat mereka belajar tahun ajaran 2020/2021 dengan pakai sekolah yang telah dipenuhi dengan coret-coretan berupa tanda tangan dari spidol dan warna-warni dari cat pilot yang semprotkan di Kawasan BWSS V Batang Agam Payakumbuh. Padahal mereka menerima surat kelulusan sama dengan sekolah lainnya, Kamis sore (3/06).

Niat ingin menggelar aksi euforia kelulusan sekolah di Kawasan BWSS V Batang Agam, mereka harus menerima kenyataan berhadapan dengan petugas penegak perda, Satpol PP Payakumbuh yang sedang melakukan patroli antisipasi penyakit masyarakat sekaligus antisipasi euforia pelajar SMP yang hari jumat sore (4/6) kemarin menerima surat kelulusan.

Baca Juga


Satpol PP yang dipimpin Kabid Tibum Joni Parlin saat turun lapangan itu langsung menertibkan belasan siswa SMK tersebut. Mereka mendapat hukuman push up karena melanggar Prokes tidak memakai masker.

"Kita menertibkan sebanyak 17 siswa, ada 15 orang laki-laki dan 2 perempuan. Mereka diberi pembinaan dan peringatan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dimana dan kemana saja sesuai dengan Perda AKB no.06/2020 Propinsi Sumatera Barat dengan disiplin memakai masker, mencuci tangan pakai sabun ditempat air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunanan, dan mengurangi mobilitas masarakat (5M). Mereka diberi sanksi fisik berupa push up, kemudian diberi arahan agar membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing," kata Kasapol PP Devitra kepada media via WhatsApp, Jumat malam (4/6).

Devitra juga menginformasikan, menurut keterangan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Sumatera Barat Asricun, SMK 1 Tanjung Baru pengumuman kelulusan sudah diberikan hari kamis (0/306). Pihak Dinas Pendidikan sudah memberikan instruksi kepada pihak sekolah agar mengantisipasi siswa untuk tidak melakukan euforia, namun tetap dilakukan.

"Saat ditanya petugas, alasan salah satu siswa yang diamankan itu mengaku melakukan eforia kelulusan di Payakumbuh agar tidak diketahui oleh guru mereka mengadakan euforia kelulusan. Alasan mereka ke BWSS V karena dibawa teman agar tidak ketahuan guru atau pihak sekolah. Memang pihak sekolah tidak tahu, tapi mereka malah bertemu Satpol PP Payakumbuh," papar Devitra.

Devitra juga menginformasikan, untuk siswa SMP, dari hasil pantauan Pukul 17.00 hingga 20.00 WIB belum ditemukan ada yang melakukan aksi euforia dengan konvoi di jalan atau coret-coret baju di tempat umum. (Yus)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru