Ormas dan Komunitas Se-Payakumbuh Limapuluh Kota Deklarasikan Dukungan Kemerdekaan Palestina

EKONOMI-650 hit

PAYAKUMBUH- Sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Komunitas di Kota Payakumbuh dan Limapuluh Kota mendeklarasikan dukungan mereka untuk kemerdekaan Bangsa Palestina yang dilaksanakan di hotel Mangkuto Syariah, Jumat (4/6/2021). Acara tersebut diinisiasi oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) didukung berbagai Ormas dan Komunitas di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Pernyataan dukungan kemerdekaan untuk Palestina tersebut dideklarasikan atas nama Komite Kemanusiaan Internasional Pembebasan Palestina (KKIP).

Inisiator acara, Ustadz Dana Kurnia dari ACT memaparkan bahwa memerdekakan Palestina adalah amanah para pendiri bangsa Indonesia.

"Itu tertuang dalam pembukaan UUD 1945. Bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan," paparnya kepada wartawan, Jumat (4/6/2021).

Baca Juga


Perwakilan dari Alim Ulama, Ustadz H. Hannan Putra, Lc., M.A., menambahkan, kebutuhan utama rakyat Palestina sesungguhnya adalah kemerdekaan.

"Saat ini sudah banyak yang mengumpulkan donasi untuk Palestina. Nanti disalurkan dalam bentuk makanan, obat-obatan, ambulan, rumah sakit, dan rumah ibadah. Namun yang dibutuhkan Palestina sesungguhnya adalah kemerdekaan," papar beliau.

Menurut beliau, rakyat Indonesia harus turut berperan dalam mewujudkan kemerdekaan bagi Bangsa Palestina. Mengingat besarnya jasa Palestina dalam perjalanan kemerdekaan Indonesia.

"Jangan kita lupakan sejarah! Ingat nama Syaikh Muhammad Amin Al-Husaini, mufti besar Palestina yang mendesak negara-negara Arab untuk mengakui kemerdekaan bangsa Indonesia. Ingat nama Muhammad Ali Thaher, Saudagar Palestina yang menyumbangkan seluruh hartanya untuk kemerdekaan Indonesia. Banyak lagi jasa mereka (Palestina) dalam kemerdekaan bangsa kita," jelas beliau.

Ia membantah keras pernyataan yang mengatakan kemerdekaan Palestina bukan urusan Indonesia.

"Setidaknya kita tunjukkan bahwa kita tau balas budi dan terima kasih. Sudah 76 tahun kita menghirup udara kemerdekaan. Sementara mereka yang dahulu turut memperjuangkan kemerdekaan kita sampai sekarang masih dijajah," ujar beliau. (Do)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru