Panen Walet Bermasalah, KUD Lubuk Ulang Aling Solsel Mohon Bantuan Polisi

EKONOMI-1702 hit

PADANG ARO -Anggota Koperasi Unit Desa (KUD) Lubuk Ulang Aling (LUA), Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan (Solsel) meminta pihak Pemda Solsel dan Polres Solsel membantu mereka, terkait adanya dugaan pencurian usaha yang di kelola koperasi tersebut oleh pengurus yang diketua oleh Zulkarnain.

Koperasi Unit Desa LUA yang berdiri tahun 1989 ini memiliki usaha pengolahan sarang burung walet yang berlokasi di Gasiang Lubuk Ulang Aling Kecamatan Sangir Batang Hari (SBH).

Akhir-akhir ini, pengelolaan usaha walet Gasing mulai dinilai oleh anggota tidak normal lagi. Bahkan salah seorang petugas penjaga keamanan di lokasi goa walet membenarkan telah teejadi dugaan panen walet yang tidak seperti biasanya. Sehingga, hasil panen walet dari waktu ke waktu terus menurun.

Anggota pendiri Koperasi KUD LUA, Mahyudin memaparkan, dirinya telah melaporkan semua permasalahan yang terjadi di tubuh kepengurusan KUD LUA ini pada Bupati Solsel melalui Dinas Koperindag dan UKM Solsel dan ke Kapolres Solsel, terkait adanya dugaan pencurian walet di goa Gasiang oleh pengurus tersebut.

"Selain masalah pencurian walet yang kita laporkan. Masalah pengurus tidak pernah melakukan Rapat Anggaran Tahunan (RAT) KUD LUA sejak lima tahun belakangan, juga menjadi laporan kami," kata Mahyudin di Padang Aro, Senin (31/5/2021).

Selalu anggota pendiri, Mahyudin merasa terpanggil untuk melakukan pembenahan KUD LUA yang menjadi penghasilan bagi anggota dan masyarakat di Nagari Lubuk Ulang Aling ini, termasuk untuk penghasilan bagi anak cucu kami nanti.

Mahyudin mengakui dirinya telah mendapat amanah atau kuasa dengan surat bermaterai lengkap oleh anggota KUD.

"Hasil Goa Walet Gasiang ini, adalah penghasilan utama masyarakat disini sejak dulunya, dan hasilnya sangat membantu ekonomi masyarakat secara turun temurun di sini," tambah Mahyudin.

"Makanya atas nama masyarakat LUA umumnya, anggota KUD LUA khususnya, kami sangat berharap turun tangan pihak Pemda Solsel bersama Polres Solsel, untuk persoalan yang sedang kami hadapi. Yaitu masalah RAT dan masalah dugaan pencurian walet Gasiang," pinta Mahyudin.

Ditempat terpisah, pendiri KUD LUA lainnya, H. Sutan Syahrilis, IRJS Inyiak Rajo Sulaiman memaparkan, kami dulunya bersama para pendiri seperti Abdul Mutalib, M. Rasyad, Syafri di Pulau Panjang, Usman di Talantam mendirikan KUD ini untuk Lubuk Ulang Alung secara keseluruhan.

Jadi selaku pendiri, dan selaku pemegang kuasa kaum, menuntut keras pihak pengurus KUD LUA yang sudah tidak bekerja sesuai amanah.

Dijelaskannya, ngalau Gasiang ini berada di kekuasaan dua kaum yang ada di lubuk Ulang Aling, yaitu kaum suku Caniago dan kaum suku Piliang.

"Jadi atas nama pendiri dan atas pemegang penuh kuasa kaum, saya memintak pihak Pemda Solsel maupun pihak Polres Solsel dapat membantu kami untuk melakukan penyelesaian masalah yang sedang kami hadapi, yaitu masalah RAT anggota dan masalah dugaan pencurian walet di ngalau Gasiang," harap Sutan Syahrilis alias IRJS.

Selaku pemegang kuasa tunggal ngalau Gasiang, St. Syahrilis sudah menyarankan dan telah bermohon, bahkan sudah menyurati pengurus KUD LUA dengan tembusan sampai ke Kandep Koperasi, karena pengurus tidak pernah RAT.

Ditegaskan St. Syahrilis, semua tuntutan yang kami lakukan siap dipertanggungjawabkan sesuai dengan hukun yang berlaku.

Sementara itu, Kadis Koperindag dan UKM Solsel, Budiman di kantornya, Rabu (2/6/2021) membenarkan bahwa surat laporan anggota KUD LUA terkait masalah permohonan bantuan menyelesaikan masalah tidak RAT dan dugaan pencurian panen walet sudah kami tanggapi hari ini.

"Benar ada surat masuk masalah KUD LUA Kecamatan SBH yang masuk, dan tadi sudah saya tanggapi," jelas Budiman didampingi staf bagian Koperasi dan UKM dinas tersebut.

Dalam surat bernomor 516/207/DPPKUKM/2021 tertanggal 2 Juni 2021 prihal Pelaksanaan Rapat Anggota, Budiman meminta pihak pengurus untuk menindak lanjuti lima poin, diantaranya yang penting adalah masalah pelaksanaan RAT sesegera mungkin karena sudah berada di ambang batas akhir pelaksanaan RAT.

Dua lagi yaitu masalah kesanggupan yang dijanjikan akan melakukan usai lebaran, lewat Whatsaap pengurua (Ketua-red). Terakhir adalah penyelesaian masalah laporan dugaan pencurian oleh salah seorang pengurus yang telah disampaikan ke Kapolres Solsel untuk segera diselaikan, " demikian Budiman.AA

Loading...

Komentar

Berita Terbaru