Anggaran Dialihkan Untuk Tangani Covid-19, Pembangunan Pasar Rakyat Surantiah Pessel Terhenti

PEMERINTAHAN-620 hit

PAINAN - Optimalisasi pasar rakyat akan terus dilakukan di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Upaya itu bertujuan agar keberadaan pasar tersebut benar-benar memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Sedangkan beberapa pasar rakyat yang sudah tuntas pengerjaan, akan segera pula dilakukan pemanfaatannya.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian Perdagangan, dan Pasar Pessel, Azral, melalui Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Hendro Kurniawan, Senin (31/5) di Painan.

"Karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah, serta terjadinya pengalihan anggaran melalui refocusing guna penanganan Covid-19, sehingga di tahun 2021 ini semua pasar rakyat yang masih terbengkalai pengerjaanya, belum bisa dilanjutkan. Sedangkan beberapa pasar yang sudah tuntas, akan segera pula kita lakukan pemanfaatan," ungkap Hendro.

Dijelaskannya bahwa salah satu pasar rakyat yang sudah selesai pengerjaanya adalah Pasar Lakitan di Kecamatan Lengayang.

"Pasar yang dibangun melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tugas Pembantuan (TP) tahun 2020 sebesar Rp 2,4 miliar itu, sekarang memang belum ditempati pedagang. Hal itu bukan karena terkendala sarana, tapi karena belum turun SK hibah dari Kementerian Perdagangan RI," katanya.

Sedangkan Pasar Kambang yang juga telah selesai tapi belum ditempati oleh pedagang, pihaknya sekarang juga tengah melakukan sosialisasi.

"Pedagang sampai sekarang masih enggan masuk ke dalam pasar karena mereka sudah terbiasa berjualan pada los yang terbuka. Sementara pasar yang sudah dibangun ini memiliki dinding atau dengan ruangan yang luas. Karena kebiasaan berjualan secara terbuka masih sulit dihilangkan, sehingga kita perlu bersabar untuk terus melakukan sosialisasi kepada mereka (pedagang red)," katanya.

Dia juga menambahkan bahwa kelanjutan pembangunan Pasar Rakyat Surantiah di Kecamatan Sutera belum bisa dilanjutkan di tahun 2021 ini, karena alokasi yang sudah tersedia sebesar Rp 7 miliar melalui APBD kabupaten, dilakukan pengalihan melalui refocusing.

"Kita juga tidak bisa memastikan apakah pembangunan yang terbengkalai itu bisa dilanjutkan pada tahun 2022 nanti, termasuk juga beberapa pasar rakyat lainnya. Sebab kebijakan pengalihan anggaran melalui refocusing itu juga merupakan kebutuhan untuk penanganan Covid-19," ucapnya.

Dijelaskannya bahwa pedagang yang selama ini berjualan di dalam los pasar, sekarang masih menempati petak darurat yang disediakan sebanyak 34 unit.

"Pada tahap awal, anggaran yang sudah digelontorkan untuk pembangunan Pasar Surantiah ini adalah sebesar Rp 2,6 miliar melalui APBD. Jika anggaran sebesar Rp 7 miliar yang sudah ketok palu ini tidak di refocusing, maka di tahun 2021 ini pedagang sudah bisa menempatinya. Namun kita berharap semoga tahun 2022 kembali bisa dianggarkan," tutup Hendro. (RND/Je)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru