Desa BBS Sawahlunto Buktikan Diri ke Tim Penilai PKK Sumbar Sebagai Desa Tageh dan Nihil Kejahatan

PERISTIWA-238 hit

SAWAHLUNTO - Desa Balai Batu Sandaran (BBS) atau dahulu dikenal Nagari Kajai, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, kembali mendapat perhatian setelah meraih meraih berbagai penghargaan. Kali ini keberhasilan desa terletak secara geografis diperbukitan Bukit Barisan itu dinilai lagi oleh tim lomba Gerakan PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat, Senin (24/5/21).

Tim penilai yang diketuai Ketua TP - PKK Provinsi Sumbar, Ny. Harneli Mahyeldi bersama anggota penilai dari unsur lainnya melihat dan menguji secara fisik berbagai bentuk inovasi, kreatifitas kelompok masyarakat setempat yang dilakukan kaum perempuan dalam penguatan ekonomi rumah tangga melalui beragam usaha produktif dan lainnya. Sebab, masyarakat Desa BBS selama ini sangat dikenal kooperatif dan kompak, suka bergotongroyong dan hidup dalam kedamaian yang sesungguhnya sehingga desa ini minim dari prilaku tindakkejahatan dan gangguan keamanan.

Aktifitas tim penilai itu melibatkan berbagai unsur stakeholders dan tokoh masyarakat setempat, disamping para kader PKK Kota Sawahlunto dari berbagai kecamatan. Hadir juga dalam kesempatan itu Wakil Walikota H.Zohirin Sayuti, Wakil Ketua TP PKK Ny.Hj.NeldaswentiKadis Sosial PMD PPA Efriyanto, Camat Barangin Subandi, Kades BBS Nusyirwan, dan pejabat terkait lainnya.

Ketua TP - PKK Sumbar, Ny. Harneli Mahyeldi bersama jajarannya melaksanakan penilaian dan verifikasi lapangan di Desa Balai Batu Sandaran dengan didampingi oleh Wakil Walikota Sawahlunto, Zohirin Sayuti, dan Wakil Ketua TP - PKK Kota Sawahlunto, Ny. Neldaswenti Zohirin.

"Kami melakukan kegiatan verifikasi lapangan untuk pencocokan data dan visualisasi kegiatan kelompok masyarakat secara langsung khususnya bagaimana penerapan dan pelaksanaan kegiatan PKK di Desa Balai Batu Sandaran dalam mendukung tingkat kesejahteraan keluarga," kata Ny. Harneli.

Sementara, Wakil Walikota Sawahlunto Zohirin Sayuti mengemukakan, Desa Balai Batu Sandaran selain memiliki kader-kader PKK terampil, rajin dan kompak, mereka juga piawai dalam mengelola berbagai bidang usaha produktif dengan memanfaatkan sumber daya alam sekitar. Selain itu juga mampu memelihara ketertiban ketentraman desa dari berbagai tindak prilaku kriminal sehingga Desa BBS menjadi salahsatu contoh saat ini sebagai desa yang nihil tindak kejahatan.

"Desa Balai Batu Sandaran ini adalah "Desa Tageh" seperti predikat yang diraihnya sebagai juara kedua Tingkat Sumbar lomba Desa Tangguh yang diselenggarakan Polda Sumbar belum lama ini. BBS desa yang nihil tindak kejahatan, warganya hidup penuh persaudaraan, inovatif dan penuh semangat dalam menggeluti berbagai usaha dibidang pertanian dan rumah tangga. Satu hal dibidang kesehatan masyarakatnya tercatat nihil dalam kasus positif pandemi Covid-19." Tutur Zohirin Sayuti mengapresiasi.

Nusyirwan, Kepala Desa Balai Batu Sandaran, dalam sambutannya dihadapan para tim penilai dan pemerintah kota menyebutkan, pengelolaan berbagai potensi Sumber Daya Alam (SDA) di Desa Balai Batu Sandaran tidak hanya dikelola sepihak oleh pemerintahan desa dan kelompok tertentu semata, tetapi nilai lebihnya sangat melibatkan kaum perempuan yang mengedepankan kelompok kader PKK.

Dia mencontohkan bagaimana pengelolaan industri hilirisasi minyak atsiri dari serai wangi menjadi sabun dan jenis lainnya sebagai bentuk usaha produktif dalam meningkatkan ekonomi rumah tangga dimasyarakat Desa Balai Batu Sandaran. Selain itu, kalangan kaum perempuan juga mampu memproduksi berbagai jenis jamu dari bahan baku tumbuhan yang ada dan hidup di desa setempat serta sebagai desa yang ikut memproduksi tenun dengan zat pewarna alami dari kulit kayu.

Camat Barangin Subandi, kepada beritaminang.com mengatakan, sebagai desa produktif dan nihil dari gangguan serta tindak prilaku kejahatan dan masyarakatnya yang hidup kompak rukun dan damai patut mendapat apresiasi. Dalam konteks ini, sebut Subandi, sebenarnya banyak desa lain yang mampu merebut perhatian tim seleksi PKK Sumbar, namun secara visualisasi dan fakta dilapangan seluruh kegiatan yang diselenggarakan di Desa BBS termasuk aktifitas PKK yang dia pantau dan bina memang sudah ada dan berjalan, bukan diadakan ketika akan dilakukan penilaian tim.

"Saya sangat apresiasi itu, mereka melakukan bukan akan melakukan ketika ada penilaian. Secara visualisasi antara yang dinilai dengan bahan presentasi yang disuguhkan ada realitasnya. Ini fakta bahwa Desa BBS layak mendapatkan penghargaan yang sesungguhnya karena ada gerakan penguatan ekonomi rumah tangga yang dilakukan kelompok masyarakatnya sehingga patut jadi contoh bagi desa-desa lainnya."kata Subandi, yang juga berdarah jurnalis ini. (Iyos).

Loading...

Komentar

Berita Terbaru