Berkas Kasus Perdagangkan Kukang, Diserahkan Polisi ke Kejari Agam

LUBUK BASUNG - Perkara Tersangka HJ (45) warga Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman yang terlibat kasus perdagangan satwa dilindungi jenis kukang (Nycticebus Coucang) dilimpahkan Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Agam ke jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Agam.

Pelimpahan tersangka dan barang bukti dilakukan oleh penyidik setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P21) oleh jaksa.

Kasusnya, kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Ade Putra, bermula ketika HJ (45) ditangkap dan diamankan oleh tim gabungan BKSDA Sumatera Barat dan Satreskrim Polres Agam di Pasar Bawan Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, Rabu (24/03) lalu sekitar pukul 15.30 WIB.

Tersangka HJ, jelasnya, diamankan ketika membawa dan akan memperniagakan satwa langka dan dilindungi jenis kukang sebanyak dua ekor.

Awalnya satwa yang terancam punah itu dibawa dari Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman menuju Kabupaten Agam untuk dijual kepada pembelinya. Namun tindakan itu berhasil digagalkan oleh tim gabungan yang mendapatkan informasi dari masyarakat.

"HJ sendiri sudah dipantau sejak tahun 2020 karena dicurigai terlibat dalam perdagangan satwa dilindungi antar provinsi dengan modus menggunakan angkutan sewa travel yang digunakannya," kata Ade Putra, Kamis (20/5) sebagaimana dirilis AMCNews.

Bersama pelaku, lanjut Ade, juga diamankan dua ekor kukang yang disimpan dalam dua buah kotak kecil bekas bola lampu, sepeda motor dan perangkat telepon genggam yang digunakan pelaku dalam menjalankan aksinya.

Saat dilakukan penangkapan, tambah Ade Putra, kondisi satwa kukang sangat memprihatinkan karena pelaku menempatkan satwa tersebut di dalam dua buah kotak bekas tempat bola lampu yang kecil dan sempit, sehingga membuat kukang terlihat stres lantaran kesusahan untuk bergerak.

"Kotak itu langsung dibuka, disaksikan oleh perangkat nagari dan puluhan warga yang melihat penangkapan tersebut," ujarnya.

Saat ini, jelas Ade, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rumah tahanan Polres Agam dengan sangkaan melanggar pasal 21 ayat 2 huruf a undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

"Sanksinya adalah pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak seratus juta rupiah," sebutnya.

Kukang atau dengan nama latin Nycticebus coucang adalah jenis primata yang dilindungi oleh peraturan perundangan di indonesia. Sedangkan di internasional status konservasinya adalah terancam punah (endangered) dan masuk dalam klasifikasi Appendix I yang artinya tidak boleh dimanfaatkan untuk perdagangan.

"Perkara ini akan segera disidangkan di Pengadilan Negeri Lubukbasung. Sementara barang bukti berupa dua ekor satwa kukang saat ini dititiprawatkan di BKSDA, dan dalam waktu dekat akan segera dilepasliarkan ke alam," jelas Ade Putra. (Fen)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru