Optimalkan Pemanfaatan FABA, PLN UPK Ombilin Gandeng BUMDES Sebagai Mitra

EKONOMI-1720 hit

SAWAHLUNTO - PT PLN Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Ombilin salah satu operator pembangkit listrik milik negara yang mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di mulut tambang terus berinovasi dan terlibat membantu pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) serta kerjasama dengan berbagai BUMDES yang ada disekitar wilayah kerjanya, dengan memanfaatkan limbah abu pembakaran batubara flat ash dan bottom ash (FABA).

Shodiqin, Manager PLN UPK Ombilin mengemukakan, semejak diresmikan tahun 1997 silam, PLTU Ombilin hingga saat ini masih beroperasi dengan handal menggunakan bahan baku batubara dimulut tambang yang dipasok beberapa suplier lokal, dan tercatat sebagai penyumbang sekitar 40 persen pasokan daya untuk sistem kelistrikan di Sumatera Barat dan daerah sekitarnya.

Menurut Shodiqin, pengoperasian dan pengelolaan pembangkit listrik dengan bahan bakar batu bara memerlukan perlakuan khusus karena akan menghasilkan limbah pembakaran berupa Fly Ash dan Bottom Ash (FABA). FABA. Hal ini jadi perhatian korporasinya karena sebelum terbit PP 22 tahun 2021 tentang penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan Hidup, status FABA merupakan Limbah B3 sehingga memerlukan perlakuan khusus dalam pengelolaannya.

Baca Juga


Dengan terbitnya PP 22 tahun 2021 tersebut, lanjut Shodiqin, maka status FABA telah dihapus dari daftar list LB3, sehingga kondisi ini menjadi tantangan sekaligus pusat perhatian bagi seluruh pembangkit listrik yang menggunakan bahan baku energi batubara di Indonesia bisa memanfaatkan FABA tersebut sebagai sumber ekonomi dengan menjadikannya bahan bangunan seperti paving block dan batako. Sebab, sudah teruji kokoh dan mudah dalam memproduksinya.

Meski status FABA sebagai LB3 sudah dicabut dalam daftar list limbah B3, tetapi PLTU Ombilin sebagai penghasil limbah ini tetap berkomitmen melaksanakan pengelolaan FABA tersebut dengan penuh kehati-hatian sehingga pengelolaan dan penanganannya masih tetap seperti menurut peraturan yang berlaku sebelumnya yaitu PP Nomor 101 tahun 2014 tentang Limbah B3.

"Dapat dipastikan tidak ada yang berubah dalam perlakuan pengelolaan FABA tersebut hingga nanti terbitnya peraturan teknis dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang mengatur tentang pengelolaan teknis FABA sebagai Limbah Non B3 lebih lanjut." Ungkap Shodiqin.

Dukung Ekonomi Warga

Sebagai upaya mendukung progam pemerintah untuk membangun ekonomi berbasis usaha mikro seperti industri rumah tangga (IRT), PLTU Ombilin juga tengah merancang program kemitraan bersama beberapa BUMDES yang ada disekitar Kota Sawahlunto untuk membangun industri batako dan paving block yang bahan bakunya menggunakan FABA yang dihasilkan sendiri oleh PLTU Ombilin.

PLTU Ombilin telah memiliki ijin pemanfaatan FABA yang dikeluarkan langsung oleh KLHK sebelum terbitnya PP 22 tahun 2021, sehingga secara administrasi proses pemanfaatan FABA tersebut menjadi produk olahan bahan konstruksi sudah tidak bermasalah lagi.

Dalam rancangan programnya, PLTU Ombilin menggandeng beberapa BUMDES sebagai mitra kerja memproduksi FABA sebagai bahan baku produk konstruksi. Nantinya setiap BUMDES diberikan pelatihan bagaimana proses produksi pembuatan batako dan paving block dari bahan baku FABA. Pada tahap awal disebutkan, PLN UPK Ombilin telah menganggarkan dana untuk kepentingan itu sebesar Rp 100 Juta sebagai modal awal.

Nantinya, hasil produksi olahan FABA tersebut akan dilakukan uji kelayakan oleh pihak terkait, baik dari sisi kekuatan maupun keamanan dalam penggunaannya. Setelah uji kelayakan, produk olahan FABA ini dimanfatkan oleh BUMDES sebagai bahan material bangunan yang diperdagangkan ke pasar sebagai penghasilan tambahan untuk kelangsungan operasional BUMDES tersebut.

"Harapan kami melalui program kemitraan ini kelak BUMDES bisa mandiri, dan PLN UPK Ombilin akan melanjutkan program yang sama untuk beberapa BUMDES lainya secara bertahap, sehingga diharapkan dengan adanya program ini masyarakat dapat lebih merasakan dampak positif dari peluang pemanfaatan FABA tersebut menjadi bahan baku pembuatan produk konstruksi." Tutur Shodiqin optimis.(Iyos)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru