Kasus Covid-19 Meningkat, Pemko Bukittinggi Gelar Rapat Evaluasi Penanganan

PEMERINTAHAN-388 hit

BUKITTINGGI - Guna mempercepat penanganan penyebaran Covid-19, Pemerintah Kota Bukittinggi gelar rapat evaluasi penanganannya di ruang rapat utama Balaikota Bukittinggi, Kamis (29/04).

Menurut laporan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Bukittinggi, Ismail, "pada rapat evakuasi itu mengatakan, beberapa hari belakangan terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Kota Bukittinggi. Kondisi per 28 April 2021, kasus terkonfirmasi total berjumlah 83 orang dengan rincian dirawat 16 orang, isolasi mandiri 67 orang. Total kasus di Bukittinggi berjumlah 1.354 orang dengan rincian terkonfirmasi 83 orang, sembuh 1.252 orang, dan meninggal dunia sebanyak 19 orang," ujarnya.

"Untuk pelacakan kasus Covid-19 itu, telah dilakukan tracking oleh Tim Surveilans Puskesmas, Babinkamtibmas, Babinsa, Kader sesuai dengan wilayah kerja Puskesmas yang ada di Bukittinggi," jelas Ismail.

Baca Juga


Sementara Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, mengatakan, meningkatnya kasus Covid-19 akhir-akhir ini karena kesadaran masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan masih sangat kurang. Untuk itu, perlu langkah-langkah yang tepat dalam melakukan pencegahan.

Dalam rangka memasuki libur lebaran, pemerintah terus memperkuat kebijakan pengendalian Covid-19 sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

"Ada beberapa strategi yang akan diterapkan untuk wilayah yang ramai dan padat pengunjung, dimana tempat ini lebih didominasi oleh orang bukan warga Bukittinggi, untuk objek wisata tetap dibuka tapi dilakukan dengan pola pembatasan jumlah pengunjung didalam objek wisata dimana para petugas harus melakukan pengawasan yang ketat, untuk area Jam Gadang akan ditutup dibuat pintu keluar dan pintu masuk agar pengunjung bisa terkontrol," ujar wako Erman Safar.

Kemudian, untuk tamu atau pengunjung hotel yang menginap, wajib menunjukkan hasil swab atau rapid tes dihari masuk.

"Mulai tanggal 6 sampai 17 Mei 2021 setiap hotel wajib mematuhi surat edaran yang akan kami buat bersama Forkompimda, setiap pengunjung wajib menunjukkan hasil swab atau rapid tes yang berlaku, surat ini mundur tujuh hari berdasarkan informasi dinas kesehatan, jadi surat yang sudah usianya tujuh hari masih bisa berlaku, tapi kalau lewat daripada itu harus melakukan swab dan kita juga membuka layanan rapid dan swab ini 24 jam di RSUD Bukittinggi," ungkapnya.

"Vagi yang tidak mematuhi protokol kesehatan akan ditindak, kita angkut lalu diperiksa, bayar denda, beli masker lalu boleh pulang, namun kurungan juga disiapkan untuk yang melanggar protokol kesehatan," tambahnya.

Menurut Ernan Safar, Selain akan menerapkan beberapa strategi di atas, menjelang libur lebaran akan dibuat himbauan dalam bentuk spanduk dan baliho untuk mematuhi protocol kesehatan ditempat-tempat strategis dalam kota, serta mengaktifkan kembali posko penanggulangan Covid-19 di rumah dinas Walikota Belakang Balok dan di Pasar Atas.

Sementara data yang dirilis juru bicara satgas Covid-19 Provinsi Sumatera Barat, Jasman Rizal, tercatat penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Bukittinggi, Kamis (29/04) sebanyak 4 orang, meninggal 1 orang. Total positif 1.358 orang, dari jumlah tersebut meninggal 20 orang (1.47), dan sembuh 1.253 orang (92.27). (Yus)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru