Lonjakan Kasus Positif Covid-19 di Solsel Kembali Terjadi, Masyarakat Diminta Waspada

KESEHATAN-690 hit

PADANG ARO - Lagi, lonjakan pasien positif Covid-19 Kabupaten Solok Selatan kembali meningkat. Dari data pantauan Covid-19 Kabupaten yang dirilis Dinas Kesehatan Solok Selatan, Minggu (25/4/2021) tercatat jumlah terkonfirmasi positif sebanyak 39 orang dengan jumlah pasien sembuh kosong.

Bahkan klaster tertinggi jumlah terkonfirmasi positif, kembali dari daerah Sungai Sungkai, yaitu sebanyak 25 orang dengan rincian, 22 orang karyawan swasta, 1 ASN, 1 Pelajar, dan satu orang Ibu Rumah Tangga.

Informasi dari Dinas Kesehatan Solsel, tingginya jumlah warga terkonfirmasi positif di Kecamatan Sangir Balai Janggo tersebut adalah satu kalster yaitu dari Perusahaan Kencana Sawit Indonesia (KSI).

Baca Juga


"Diakui bahwa karyawan dari Perusahaan KSI yang banyak terkonfirmasi positif, adalah hasil traking positif Covid-19 sebelumnya," kata Kadis Kesehatan Solsel, Dr. H. Novirman, S.K.M., M.M., didampingi Kasi Survailance dan Imunisasi Dinkes Solsel, Mega Verta Christina, Senin (26/4/2021).

Ia mengatakan, khusus di PT KSI ada permintaan untuk tes usap sebanyak 1.700 orang dan sudah selesai dilakukan 700 orang dengan kasus positif 65 orang atau 9,5 persen.

"Sesuai dengan Undang-undang tenaga kerja bagi karyawan yang positif Covid-19 harus dibuatkan isolasinya dan gajinya tetap dibayarkan," ujarnya.

Kebanyakan yang terkonfirmasi positif adalah yang kontak erat dengan pasien sebelumnya dan ini menandakan lemahnya protokol kesehatan dan butuh sosialisasi lagi.

Dia berharap, Satgas COvid-19 Kabupaten, Kecamatan hingga Nagari agar lebih proaktif mengawal penerapan upaya peningkatkan protokol kesehatan.

"Kami berharap bisa menanggulangi kasus Covid-19 sehingga Solok Selatan tidak masuk zona merah," katanya.

Sementara daerah lain yang hari kemarin hasil tes swabnya yang sudah keluar juga terkonfirmasi positif yaitu warga masyarakat beralamat Nagari Lubuk Gadang Timur Kecamatan Sangir.

Di nagari ini malah yang lebih banyak terkonfirmasi positif Covid-19 adalah pelajar, yaitu sebanyak 5 orang dan satu orang IRT (Ibu Rumah Tangga).

Berikut Nagari Pasir Talang, tercatat 6 orang yang positif Covid-19 dengan rincian 2 orang pelajar, 3 orang IRT, dan satu orang laki-laki usia 16 tahun. Selanjutnya dari Jorong Sungai Manau Nagari Pakan Rabaa Utara ada satu penambahan terkonfirmasi positif yaitu seorang perempuan yang pekerjaannya IRT.

"Tambahan positif Covid-19 lainnya, yaitu dari Simancung seorang pelajar dan dari Pekonina seorang IRT," jelas Novirman.

Ditambahkan Kasi Survailance dan Imunisasi Dinkes Solsel, Mega Verta Christina, bahwa total kasus positif Covid-19 di Kabupaten Solsel hingga Minggu (25/4/2021) berjumlah 789 orang dengan jumlah kesembuhan 631 orang dan dalam perawatan atau isolasi sebanyak 147 orang.

Adapun jumlah kasus Covid-19 yang meninggal, tercatat sebanyak 11 orang. Sedangkan total spesimen yang diperiksa sudah sebanyak 23.404 dan total yang diperiksa RT PCR sebanyak 18.046. Maka Positivity Rate Kabupaten Solsel sampai Minggu kemaren sudah 4,37 %.

"Adapun rincian pasien terkonfirmasi positif yang isolasi mandiri sebanyak 136 orang, di RSUD 8 Orang, di RSUP M. Djamil 1 orang, dan di RS Naili DBS sebanyak 2 orang," jelas Mega.

"Atas nama tim penanganan Covid-19 Kabupaten Solsel, Mega tetap menghimbau dan mengajak masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, tetap jaga kesehatan dan jauhi kegiatan kerumunan, " pintanya.

"Sehingga upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 melalui pelaksanaan vaksin juga akan lebih maksimal dampaknyanya," demikian Mega.

Ditempat terpisah Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadaman Kebakaran Solok Selatan, H. Epli Rahmat mengatakan, hari ini jajarannya akan turun ke PT KSI untuk melihat penerapan protokol kesehatan di daerah itu.

"Kami akan melihat apa yang sudah dilakukan dalam penerapan protokol kesehatan sebab di PT KSI sudah 65 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19," katanya.

Sekarang katanya, Dinas Kesehatan sedang melakukan tracing dan traking di PT KSI dan itu harus di ikuti dengan penerapan protokol kesehatan.

"Dia mengatakan, penerapan protokol kesehatan di PT KSI akan dilihat di sekitar pemukiman perumahan maupun pabrik dan apa saja yang dibutuhkan untuk penerapannya," demikian Epli Rahmat. AA

Loading...

Komentar

Berita Terbaru