WBP Rutan Muara Labuh Solsel Gelar Doa Bersama untuk Korban KRI Nanggala-402

PERISTIWA-422 hit

PADANG ARO - Terkait dengan musibah yang dialami KRI Nanggala-402, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Muara Labuh, Kabupaten Solok Selatan melaksanankan Do'a bersama bagi korban tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 tersebut.

"Musibah hilang kontak KRI Nanggala 402 tersebut usai meminta izin menyelam dan latihan penembakan torpedo di perairan laut utara Bali pada hari rabu 21 April 2021," kata Sarwono usai melaksanakan doa bersama, Minggu (25/4/2021) malam.

Kegiatan Doa bersama keluarga Rutan bersama WBP Rutan, menurut Sarwono dipimpin oleh ustad Zulkarnani, S.Pd. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendo'a kan 53 orang korban tenggelamnya kapal KRI Nanggala-402 yang belum ditemukan hingga sekarang.

Baca Juga


"Do'a Bersama dilaksanakan atas ajakan Karutan Muara Labuh dan sebagai bentuk belasungkawa terhadap korban musibah tenggelamnya kapal KRI Nanggala-402," katanya.

"Sebagian besar WBP yang berada di Rutan Muara Labuh merasa terpanggil untuk melaksanakan kegiatan tersebut, setelah menerima kabar dari berbagai berita yang sangat menggemparkan tersebut. Hal ini menggambarkan rasa persaudaraan seiman dan setanah air," jelas Sarwono.

Pelaksanaan doa bersama dilaksanakan di aula yang dikondisikan dengan sedemikian rupa dan dilakukan setelah sholat isya berjamaah.

"Meskipun hanya di aula Rutan Muara Labuh, tempat pelaksanaan ibadah salat dan doa bersama, namun tidak mengurangi kekhusyukan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Muara Labuh dalam melaksanakannya," tambah Sarwono.

"Do'a bersama untuk 53 orang korban kapal selam Nanggala-402 berjalan dengan Khusuk dan Khitmat yang dihiasi ekpresi haru dan duka oleh WBP, dengan harapan agar amal ibadah korban diterima oleh Allah dan di ampuni dosa-dosanya," harapnua

"Ajakan untuk melaksanakan do'a bersama tersebut selain untuk mendoakan korban kapal selam Nanggala-402, kegiatan ini juga merupakan pembinaan karakter agar Warga Binaan memiliki rasa persaudaraan seiman dan setanah air, yang harus dimiiki oleh setiap warga negara indonesia," pungkas Sarwono. AA

Loading...

Komentar

Berita Terbaru