Tak Beroperasi Menambang Batubara, PT Bukit Asam Tak Berhenti Salurkan Bantuan

PERISTIWA-242 hit

SAWAHLUNTO - Meski tak beroperasi menambang batubara, PT Bukit asam Tbk Unit Pertambangan Ombilin (UPO) Sawahlunto, Sumatera Barat masih melakukan aktifitas pengelolaan asset dan kegiatan sosial dilingkungan wilayah kerja perusahaan. Program ini dilakukan secara berkesinambungan dengan menyalurkan bantuan paket sembako dan jenis bantuan lainnya.

Dalam beberapa hari lalu, korporasi milik negara ini kembali menyalurkan 1000 paket berisikan kebutuhan harian seperti 5 kg beras, 2 liter minyak goreng, 2 kg gula pasir, 2 ikan kaleng, dan bantuan transportasi Rp 50 ribu per orang per paket yang di khususkan untuk masyarakat kurang mampu dan yayasan swasta yang mengelola anak yatim piatu.

Menurut Asiaten Manager Umum dan Keuangan UPO Alman Syarif kepada beritaminang.com kemarin (21/4), paket bantuan yang disalurkan dibagi untuk 3 wilayah kerja PT BA yakni untuk Kota Sawahlunto 800 paket, Teluk Bayur 100 paket, dan Pranap-Riau 100 paket. Selain paket juga diberikan kepada penerima uang transportasi sebesar Rp 50 ribu.

Dikatakan Alman, bantuan paket sembako yang diberikan merupakan salahsatu program sosial yang dilakukan perusahaan sebagai bentuk kepedulian BUMN yang berkantor pusat di Tanjung Enim, Sumatera Selatan tersebut. Diharapkan dengan bantuan ini akan terjalin keharmonisan dan silaturahmi antara perusahaan dengan masyarakat yang ada dilingkungan perusahaan.

PT BA tutur Alman, selain memberi bantuan sembako jika juga mealokasikan anggaran dalam bentuk lain seperti bantuan program dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pendidikan, modal usaha, serta bantuan dana bergulir. Lainnya, kepedulian PT BA terhadap kondisi penularan COVID-19 juga dilakukan dengan memberi bantuan sekitar 70 unit tanki air disertai perangkatnya kepada beberapa sekolah dan ruang publik.

"Insya Allah bantuan yang kami salurkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat penerima." Ungkap Alman Syarif di ruang kerjanya, Rabu kemarin. (Iyos)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru