Sempat Ditutup Karena Pandemi Covid 19, Namun Tetap Eksis Dalam Pelayanan

187 hit
Paskibraka Kota Padang Panjang Dikukuhkan

Yusrizal

Wartawan Berita Minang.com Payakumbuh

PAYAKUMBUH - Mall Pelayanan Publik ( MPP) Payakumbuh yang di launching 17 Desember 2019 lalu oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara diwakili Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Pelayanan Publik Wilayah I Noviana Andrina, SH, M.AP telah genap berusia satu tahun pada 17 Desember 2020 kemaren.

Dalam perjalanannya MPP yang terletak di lantai I Balaikota Payakumbuh, sangat menggembirakan.

Pada 17 Desember 2020 kemaren, bukan hanya menjadi hari bersejarah bagi Kota Payakumbuh yang genap berusia 50 tahun. Usia emas Kota Payakumbuh itu, juga menjadi penanda kalau Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Payakumbuh juga genap berusia 1 tahun.

Di awal operasional MPP ini, masyarakat sempat canggung saat mereka mendapatkan pelayanan seperti di hotel, mall, maupun instansi sekelas kementerian, karena petugasnya telah dilatih yang dibantu Bank milik daerah (Bank Nagari ). Petugas MPP di training sebagai petugas pelayanan layaknya petugas profesional.

MPP yang diklaim terbaik di Sumatera Barat itu menunjukkan hasilnya, baru beberapa bulan berjalan, di awal tahun 2020 MPP sudah memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat, bahkan pernah terjadi desak-desakan masyarakat dalam mengurus paspor.

"Iya benar, saat itu pukul 07.30, dan MPP belum lagi dibuka, tapi masyarakat sudah ramai datang ke lantai 1 Balai Kota Payakumbuh, kita sudah beri info kalau MPP dibuka jam 8," ujar Harmayunis.

Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi yang mengetahui hal itu menilainya wajar, karena untuk mengurus paspor saja masyarakat harus pergi ke Kantor Imigrasi yang terletak di Kecamatan IV Angkek Canduang, Kabupaten Agam, yang jaraknya hampir 30 km dari Payakumbuh, apalagi dari Limapuluh Kota, lebih jauh lagi,memakan hampir satu jam dengan kendaraan.

"Kalau ramai yang datang, tandanya pelayanan kita disukai, syukur Alhamdulillah," kata Wako Payakumbuh Riza Falepi.

*Diserang Covid-19*

Di pertengahan Maret 2020, pandemi Covid-19 menyerang seluruh dunia, membuat MPP sempat tutup beberapa bulan, karena ada klaster baru di kota Payakumbuh. Beberapa orang pegawai Pemko Payakumbuh termasuk Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz terpapar virus Covid 19 itu.

Namun pemerintah Kota Payakumbuh tidak ingin berlama-lama menutup pelayanan bagi masyarakat

Sesuai dengan pesan dari Asdep Kemen PAN-RB Wilayah 1 Jeffrey Erlan Muller, saat mendatangi Kota Payakumbuh, Kamis (3/9) silam, mengingatkan pelayanan tidak boleh dihentikan namun aktifitas fisiknya bisa ditiadakan.

Akhirnya beberapa pelayanan sempat dihentikan, dan beberapa pelayanan dapat berjalan terus secara daring. Dengan konsep, petugas di MPP tetap bekerja, namun masyarakat dapat mengurus urusan mereka melalui sistem daring, layanan fisik langsung ditiadakan untuk sementara.

"Masa-masa itu, kita dituntut keras untuk mematuhi protokol kesehatan, kita juga sering melakukan penyemprotan disinfektan guna mencegah penularan Covid-19," jelas Inyiak sapaan akrab Harmayunis.

*PSBB Berakhir, Masuki New Normal*

Setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dinyatakan dihentikan, dan Memasuki New Normal, Pemerintah Kota Payakumbuh kembali membuka MPP, namun di MPP diterapkan protokol kesehatan bagi petugas pelayanan maupun kepada pengunjung. Protokol kesehatan itu seperti wajib memakai masker, mencuci tangan dan diukur suhu tubuh sebelum memasuki ruangan MPP, sampai mengatur jarak tempat duduk antrian.

Rentang waktu satu tahun perjalanan MPP telah dikunjungi oleh ribuan warga Payakumbuh sendiri dan warga daerah tetangga. Pelayanan yang ada mulai dari samsat, imigrasi, kejaksaan, BUMN, BUMD, Badan Pertanahan, BPJS, dan layanan perangkat daerah yang ada di Pemko Payakumbuh sendiri seperti mengurus IMB dan KTP-el. Termasuk layanan perpanjangan SIM A dan C.

*Banyak Kunjungan Pemda Lain Ke MPP*

Sejak memasuki fase New Normal dan lahirnya Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pergerakan orang dari satu daerah ke daerah lain semakin meningkat, termasuk pengunjung MPP. Terutama sejak Kabar eksistensi MPP Payakumbuh mulai viral di jagad media sosial. Sudah banyak pemerintah kota/kabupaten di Sumbar maupun luar Sumbar belajar bagaimana pengelolaan MPP Payakumbuh. Termasuk DPMPTSP Provinsi Sumbar yang akan membangun kantor baru bersamaan dengan MPP juga.

Sekretaris Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sumatera Barat Widyasari bersama jajarannya berkunjung ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Payakumbuh, Selasa (13/10) silam.

Widyasari menyebut sejak MPP Payakumbuh pertamakali beroperasi, DPMPTSP Sumbar belum pernah melihat kualitas pelayanan secara langsung, baru dari berita di media dan evaluasi kementerian yang mereka lihat.

"MPP Payakumbuh dapat penilaian dari Kemenpan RB, sudah akreditasinya A, luar biasa komitmen kepala daerahnya dalam peningkatan kualitas pelayanan masyarakat, pas kita lihat langsung pelayanannya seperti di kementerian saja," ujarnya.

Ditambahkan Widyasari, Kantor DPMPTSP Provinsi Sumbar saat ini masih menumpang di kantor dinas lain. Rencananya, sebelum membangun kantor baru, Widya ingin melihat di Payakumbuh dulu bagaimana pelayanan dan sarana prasarananya. Karena mereka akan membangun MPP juga bersamaan dengan kantornya.

"Kalau kondisi begini pantas dapat nilai A dari kementerian, sudah sesuai dengan keinginan masyarakatnya. Kami di Sumbar baru proses Penyusunan DED gedung kantor DPMPTSP baru, semoga bisa mengungguli Payakumbuh nanti," pungkasnya saat itu berkelakar.

Ditambahkannya, pelayanannya seperti di kementrian, pelaksanaan protokol kesehatan covid 19 cukup ketat, memang pantas menjadi rujukan, tambahnya.

*Menambah Sarana Baru Setelah Setahun Berjalan*

Di usia ke 1 tahun MPP, Pemko Payakumbuh menambah beberapa sarana baru, seperti Indeks Kepuasan Masyarakat (SmartFeedback), Parkir Disabilitas, dan Ruang Tunggu Eksekutif.

Diterangkan Kepala DPMPTSP Kota Payakumbuh Harmayunis kalau SmartFeedback atau Aplikasi Indeks Kepuasan Masyarakat, adalah aplikasi yang digunakan untuk mengetahui dan mengukur tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan oleh instansi. Indeks Kepuasan Masyarakat (SmartFeedback) digunakan sebagai tolok ukur dari kualitas pelayanan apakah sudah memenuhi standar pelayanan minimal yang telah disyaratkan oleh pemerintah.

Harmayunis juga akan menyiapkan satu tempat parkir untuk warga disabilitas yang berdekatan dengan pintu akses utama MPP, ini merupakan bentuk perhatian pemerintah setempat agar mereka yang berkebutuhan khusus juga mendapatkan pelayanan secara optimal, sama dengan warga lainnya.

"Kita juga telah menyiapkan kursi roda dan toilet khusus. Untuk kursi roda juga dapat dimanfaatkan oleh warga lanjut usia," katanya.

Di pojok kanan setelah pintu masuk MPP, disediakan area tunggu eksekutif, dimana disini disiapkan bagi tamu dari jauh seperti pejabat kementerian, pejabat provinsi, ataupun kepala daerah lain yang berkunjung ke MPP Payakumbuh. Di pojok itu disediakan bahan bacaan bagi tamu, selain itu mereka bisa memesan minuman atau kopi dari Paliko Cafee yang berada di pojok kiri setelah pintu masuk MPP sembari menunggu dan bersantai.

Harmayunis menghimbau masarakat yang akan berurusan ke MPP, jangan lupa memakai Masker, mencuci tangan sebelum masuk ruangan ditempat yang telah disediakan, harapnya.

- Yusrizal -

Komentar

Artikel Terbaru