Hai Manusia Rakus, Jangan Menangguk Untung Ditengah Ancaman

420 hit
Paskibraka Kota Padang Panjang Dikukuhkan

Syamsul Azwar

Walinagari Batang Barus Solok

INDONESIA tumpah darahku, Tanah Airku tercinta, di bumimu alam yang membentang luas dan indah, kekayaan alammu selama ini telah memberikan kehidupan, kebebasan kemanapun kaki ini hendak melangkah.

Kami bisa bernafas dan berkreasi dalam keberagaman budaya tetap satu kesatuan NKRI, saling berbagi dalam suka maupun duka. Kini rakyatmu terancam Covid 19 yang kian mengganas, hampir virus ini telah merambah kesemua pelosok negeri. Kondisi ini telah membelenggu rakyatmu, bahkan lebih kejam dari zaman kolonial sebelum kemerdekaanmu.

Kekejaman penjajahan kala itu, namun lebih kejam lagi ketika rakyatmu dijajah oleh bangsamu sendiri, anak bangsamu yang dikenal santun, berbudaya, saling bantu serta saling bahu membahu, baik dalam suka maupun duka. Di tengah rakyatmu dihantui dan terbelenggu, namun masih ada anak bangsamu yang begitu kejam dari kolonial, mereka menangguk untuk besar buat rakyatmu yang tengah terancam.

Dimana hati nuranimu, bagi siapa yang telah begitu berani menggaruk leher anak bangsamu yang saat ini diujung tanduk, diujung banyangan kematian yang terus menghantui. bahkan telah banyak yang bertumbangan, terkapar, jauh dari keluarha, pantaskah dalam kondisi seperti ini masker dijual dengan harga selangit. Hai untuk kalian orang orang rakus masihkah dalam kondisi ini kalian masih menangguk untung yang besar. Naifnya, hampir semua barang yang amat dibutuhkan rakyat ini, sekejap menjadi langka dan seakan lenyap ditelan bumi. Entah kemana rimbanya raibnya barang ini.

Wahai anak bangsa, bukalah hati mu bagi mereka yang saat ini menimbun segala kebutuhan saudaramu, harga mahalmu belum tentu akan membahagiakanmu saat ini, semoga Allah, SWT mengutuk prilaku prilakumu itu. Kondisi ini sangat memantaskan atas prilakumu berganti dengan nyawamu, karena sikapmu lebih kejam dari zaman penjajahan di negeri ini.

Wahai para manusia yang tak lagi punya hati, semoga dirimu dan keluarga serta komplotanmu yang lebih awal dimampuskan oleh virus virus ganas ini. Sebab prilakumu tak lagi menggambarkan sebagai anak bangsa ini.

Wahai anak bangsa yang rakus, semoga semua kedok-kedokmu terbongkar dan tanah yang subur ini menolak jasadmu yang mati dalam kondisi lebih ngeri dari kematian Covid 19 ini. Jika mereka pejabat yang ikut terlibat dalam permainan ini, semoga keluargamu juga ditelan bumi sebagai pembalasan kekejaman prilakumu.

Indonesia tanah airku tercinta, semoga hari hari yang menjelang adalah hari hari Covid 19 yang terbang menghilang. Rakyatmu kembali dalam pangkuan dan kedamaianmu yang hakiki. Tak terlintas dalam anganku bila rakyatmu akan terbelenggu dan berkubur bersama Covid 19 yang terus menjelma. Saatnya kita bersama melawan Covid 19 ini.

Melalui peran kita masing masing, mari berbakti untuk negara dengan memandang positif dan mematuhi kebijakan pemimpin serta mentaati Maklumat dan Fatwa Para Ulama kita. Semoga Indonesia ke depan rakyatmu kembali bisa menghirup udara segarmu serta menikmati keindahan alammu. Kaki kaki rakyatmu kembali bebas melangkah kemanapun dia pergi di bumimu Indonesia. (***)

Komentar

Artikel Terbaru