Narkoba Dan Islam

4037 hit
Paskibraka Kota Padang Panjang Dikukuhkan

Rara Rahmanda

Mahasiswa IAIN Bukittinggi

Narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif. Narkotika adalah obat yang berasal dari tanaman yang dapat menurunkan kesadaran dan menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Psikotropika adalah obat, baik alami maupun sintetis bukan narkoba yang dapat mempengaruhi saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental penggunanya. Bahan adiktif adalah bahan yang bukan narkotika dan bukan psiikotropika nambun menyebabkan ketergantungan.

Narkoba memiliki dampak negatif baik untuk fisik pengguna maupun lingkungan pengguna. Dampak negatif bagi pengguna bagi tubuhnya seperti gangguan pada sistem saraf, jantung dan pembuluh darah, kulit, paru-paru, dan masih banyak lagi bahaya yang ditimbulkan.

Narkoba juga memiliki dampak negatif bagi psikologi penggunanya seperti kerja lamban dan ceroboh, sering tegang dan gelisah kehilangan rasa percaya diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga, emosian dan tingkah laku yang brutal,sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri.

Narkoba juga memiliki dampak negatif terhadap lingkungan sosial penggunanya seperti gangguan mental, anti-sosial dan asusila,dikucilkan oleh lingkungan, merepotkan dan menjadi beban keluarga dan pendidikan menjadi terganggu dan masa depan suram.

Survei dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan 2,3 juta pelajar atau mahasiswa di Indonesia pernah mengonsumsi narkotika. Angka itu setara dengan 3,2 persen dari populasi kelompok tersebut.( dikutip dari cnn indonesia ).

Sebayak 37-40 orang di Indonesia, meninggal dunia setiap harinya akibat dampak buruk narkoba.(dikutip dari okezone.com)

Pecandu narkoba akan melakukan apapun untuk mendapatkan narkoba. Bagi mereka kriminal hal yang halal dilakukan. Hal yang terpenting mereka ialah mendapatkan barang haram tersebut. Bahkan ada pelaku yang menyayat dirinya sendiri karena tak mendapatkan narkoba. Ia akan meminum darahnya sendiri. Karena darah mereka yang sudah terkontaminasi barang haram mampu menghilangkan candunya. Pecandu yang tidak mendapatkan narkoba ia akan mengalami sakau. Ketika pengguna mengalami sakau inilah, ia akan mengalami emosi yang naik, depresi, bahkan pengguna mampu melukai dirinya sendiri

Pandangan islam terhadap narkoba.

Menurut para ulama, narkoba adalah sesuatu yang bersifat mukhoddirot (mematikan rasa) dan muffatirot( membuat lemah). Narkoba juga merusak kesehatan jasmani, menggangu mental, bahkan mengancam nyawa. Dalam QS. Al-A'raf ayat 157 "...dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan segala yang buruk." Dalam ayat ini kita dapat mengetahui bahwa Allah SWT mengharamkan hal-hal yang dapat mendatangkan mudarat. Tak hanya dalam QS. Al- A'raf ayat 157. Dalam QS. Al-Baqarah ayat 195 "... dan janganlah kamu menjatuhkan diri kedalam kebinasaan" dan dalam QS. An-Nisa ayat 29 " dan janganlah kamu mebunuh dirimu sesungguhnya Allah maha penyayang bagimu." Dari 3 ayat diatas dapat kita mengerti bahwa Allah sangat membenci segala hal yang dapat mendatangkan medarat bagi kehidupan umatnya. Untuk itu kita sebagai umat islam hendaklah menjauhi narkoba dan selalu meminta perlindungan dari Allah agar senantiasa selalu dalam lindungannya.

Dalam al-qur'an saja kita dilarang untuk menyakiti diri sendiri, sedangkan menggunakan narkoba dapat merusak otak manusia. Otak sebagai pusat kendali tubuh dirusak maka secara tidak langsung mempengaruhi kinerja tubuh. Islam sangat memperhatikan sekali keselamatan akal dan jiwa seorang muslim sehingga sampai dilarang keras berbagai konsumsi yang haram seperti narkoba.

****

Komentar

Artikel Terbaru